Revolusi Pengisian Daya Mobil Listrik

Cerita.co.id – Dunia otomotif global tengah menyaksikan persaingan sengit dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik (EV). Salah satu pemain besar, Geely, baru saja memperkenalkan inovasi terbaru yang berpotensi mengubah cara pengguna mobil listrik mengisi daya baterai mereka. Melalui teknologi bernama Geely Smart Charging, perusahaan ini mengklaim telah menciptakan sistem pengisian daya super cepat yang mampu melampaui standar teknologi yang ada saat ini.

Teknologi Geely Smart Charging ini bukan sekadar peningkatan biasa. Sistem ini mampu menghasilkan daya hingga 2.250 kW, sebuah angka yang sangat fantastis. Sebagai perbandingan, teknologi Flash Charging milik kompetitor utamanya, BYD, hanya mampu mencapai angka 1.500 kW. Dengan lonjakan daya yang signifikan ini, waktu tunggu pengguna saat mengisi daya kendaraan di stasiun pengisian umum (SPKLU) diprediksi akan menjadi jauh lebih singkat.

Revolusi Pengisian Daya Mobil Listrik
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam serangkaian uji coba yang dilakukan pada model Lynk & Co 01 dan Zeekr 001, Geely menunjukkan hasil yang sangat impresif. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya baterai dari kapasitas 10% hingga mencapai 70% hanya dalam waktu 4 menit 30 detik saja. Jika pengguna ingin mengisi daya hingga hampir penuh, yakni dari 10% ke 97%, proses tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit 40 detik.

COLLABMEDIANET

Keunggulan ini didukung oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh Geely bersama StepFun. Teknologi AI ini disematkan pada generasi kelima Geely Smart Charging Station. Peran AI di sini sangat krusial, yakni untuk memprediksi suhu baterai secara akurat selama proses pengisian berlangsung. Sistem akan menyesuaikan kecepatan pengisian secara real time guna memastikan suhu baterai tetap terjaga di bawah 55 derajat Celsius, sehingga keamanan dan usia pakai baterai tetap optimal.

Selain teknologi pengisiannya, Geely juga memperkenalkan inovasi pada perangkat kerasnya, yaitu baterai generasi terbaru yang disebut Ultra Short Blade. Baterai ini dirancang khusus untuk mampu menurunkan suhu saat proses pengisian daya hingga 10%, yang secara langsung mendukung efisiensi pengisian super cepat tersebut.

Meski unggul dalam kecepatan pengisian, Geely masih harus berhadapan dengan dominasi infrastruktur milik BYD. Saat ini, BYD telah memasang lebih dari 10.000 stasiun pengisian cepat di China hanya dalam waktu enam bulan sejak teknologi Flash Charging mereka diperkenalkan. BYD bahkan memiliki target ambisius untuk mengoperasikan 20.000 stasiun pengisian di China pada akhir tahun 2026.

Tak berhenti di China, BYD juga tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran ke pasar global, termasuk ke wilayah Eropa, Inggris, Timur Tengah, Afrika, Kanada, Australia, hingga Selandia Baru. Persaingan antara Geely yang unggul dalam kecepatan teknologi dan BYD yang unggul dalam luasnya jaringan infrastruktur dipastikan akan semakin memacu inovasi di industri kendaraan listrik dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar