Motor Misterius BGN Bikin Geger

Cerita.co.id – Pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan tajam. Pasalnya, dua model motor yang dipilih, Emmo JVX GT dan JVH Max, diketahui belum memiliki jaringan dealer maupun layanan purna jual yang jelas di Indonesia, memicu pertanyaan besar dari berbagai pihak.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor-motor ini merupakan bagian dari perencanaan anggaran untuk tahun 2025. Motor listrik tersebut ditujukan khusus untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan. Namun, identitas asli motor Emmo ini lebih kompleks dari yang terlihat. Jenama Emmo sendiri adalah hasil rebranding atau penggantian label oleh PT Adlas Sarana Elektrik, yang juga menempelkan stiker BGN pada unit-unit tersebut.

Motor Misterius BGN Bikin Geger
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fakta menariknya, merek asli Emmo JVX GT adalah Tinbot atau Kollter ES1 Pro-M, yang diproduksi oleh perusahaan manufaktur asal China, Jiangsu Keyroad Transportation Technology Co Ltd. Dadan Hindayana bahkan mengonfirmasi hal ini, seraya menunjukkan informasi dari ponselnya. "Motor ini di Eropa ada merek lain, sejenis tapi dengan merek yang berbeda. Kalau di Eropa namanya Tinbot. Di Eropa dan Kanada karena itu satu jenis," ungkap Dadan.

COLLABMEDIANET

Pertanyaan krusial pun muncul: mengapa BGN memilih motor yang infrastruktur pendukungnya, seperti dealer dan bengkel resmi, masih sangat minim di Indonesia? Padahal, banyak pabrikan motor listrik lokal maupun internasional yang sudah memiliki jaringan penjualan dan purna jual yang mapan di Tanah Air.

Menanggapi hal ini, Dadan mengaku sedang meminta klarifikasi mendalam dari pejabat pembuat komitmen (PPK) yang bertanggung jawab atas pengadaan tersebut. "Ya, ini harus ditanyakan kepada pejabat pembuat komitmen. Secara detail," tegasnya. Ia menambahkan, alasan di balik tidak memilih produk yang sudah memiliki layanan purna jual di Indonesia juga menjadi bagian dari klarifikasi yang sedang ia proses.

Di sisi lain, Dadan mengklaim bahwa harga pengadaan motor listrik ini jauh lebih murah dari harga pasaran. Untuk motor listrik tipe trail, BGN memperolehnya di kisaran Rp 42-43 juta. Sementara itu, untuk motor listrik tipe biasa, harganya Rp 41 juta. Angka ini disebut-sebut berada di bawah harga pasar yang menurut Dadan berkisar antara Rp 52 juta hingga Rp 56 juta.

Meskipun diklaim lebih murah, polemik seputar pengadaan motor listrik "misterius" ini menyoroti pentingnya transparansi dan pertimbangan komprehensif, tidak hanya dari segi harga, tetapi juga ketersediaan layanan purna jual dan suku cadang demi keberlanjutan operasional program pemerintah. Publik kini menanti hasil klarifikasi dari BGN untuk menjawab berbagai tanda tanya yang muncul.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar