Motor Bensin Tukar Listrik Peluang Baru

Cerita.co.id – Sebuah gagasan inovatif mencuat dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) untuk mengakselerasi transisi masyarakat Indonesia menuju kendaraan ramah lingkungan. Mereka mengusulkan program tukar tambah atau ‘trade-in’ motor bensin lawas dengan unit motor listrik baru, sebuah langkah yang diharapkan mampu mendorong adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.

Andry Setyo Nugroho, Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, mengungkapkan bahwa skema trade-in ini bisa menjadi solusi strategis, terutama jika kebijakan fiskal berupa subsidi kendaraan listrik tidak dapat direalisasikan pada tahun ini. "Konsep tukar tambah ini patut dipertimbangkan. Tentu saja, implementasinya akan melibatkan lebih dari sekadar Kementerian ESDM, termasuk alokasi anggaran insentif yang memadai," jelas Andry dalam sebuah forum di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

Motor Bensin Tukar Listrik Peluang Baru
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, Andry menyadari bahwa mewujudkan usulan ini bukanlah perkara mudah. Diperlukan koordinasi lintas kementerian serta perhitungan cermat terkait besaran dana yang harus disiapkan pemerintah. "Kita perlu mengkaji seberapa besar kapasitas pemerintah untuk membeli kendaraan lama tersebut. Siapa yang akan menjadi pembelinya? Apalagi, industri daur ulang atau ‘strapping industry’ di Indonesia saat ini belum cukup matang untuk menampung produk-produk hasil trade-in," paparnya, menyoroti tantangan infrastruktur pendukung.

COLLABMEDIANET

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerima masukan dari INDEF terkait ide trade-in ini, meskipun belum memberikan tanggapan rinci. Pihak ESDM sendiri aktif berdialog dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari bengkel konversi, manufaktur, pabrikan, hingga pengemudi ojek online, dalam upaya mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia. Kepala BBSP KEBTKE Kementerian ESDM menambahkan, "Secara teknis, jika motor masih layak pakai, bisa terus digunakan. Namun, jika kondisinya sudah tidak memungkinkan, opsi trade-in menjadi keharusan."

Usulan ini muncul di tengah tren penurunan pembelian motor listrik di Indonesia selama dua tahun terakhir. Penurunan ini disinyalir kuat akibat berakhirnya program subsidi yang sebelumnya memberikan potongan harga signifikan, yakni Rp 7 juta per unit untuk pembelian motor listrik baru dan Rp 10 juta per unit untuk konversi, sebelum akhir tahun 2024.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar