Rupiah Terancam Gejolak Global

Rupiah Terancam Gejolak Global

Cerita.co.id melaporkan bahwa gejolak di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz, kembali menjadi sorotan dunia karena memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Meskipun ada indikasi de-eskalasi, kondisi geopolitik dinilai masih sangat rapuh dan berpotensi memburuk sewaktu-waktu. Taufik Fajar, jurnalis Cerita.co.id, pada Jumat, 24 April 2026, menyoroti bahwa dampak konflik tersebut terhadap Indonesia akan terasa melalui empat jalur utama: neraca eksternal, nilai tukar, fiskal, dan inflasi.

Dari sisi eksternal, Indonesia sebagai negara pengimpor minyak menghadapi tekanan signifikan akibat kenaikan harga energi. Situasi ini memperburuk neraca perdagangan energi dan berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM), Camar Remoa, menjelaskan bahwa meskipun ada penyeimbang dari kenaikan harga komoditas lain seperti batu bara dan CPO, dominasi lonjakan harga minyak tetap menghasilkan dampak negatif bersih pada neraca perdagangan.

Rupiah Terancam Gejolak Global
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tekanan signifikan juga menghantam nilai tukar rupiah. Peningkatan kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi, ditambah dengan fenomena ‘flight to safety’ yang mendorong investor mencari aset aman, menyebabkan rupiah terdepresiasi hingga menyentuh kisaran Rp17.100 per dolar AS. Camar Remoa menambahkan, dengan ruang intervensi Bank Indonesia yang terbatas melalui cadangan devisa, tidak menutup kemungkinan diperlukan penyesuaian suku bunga untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda di masa mendatang.

COLLABMEDIANET

Secara keseluruhan, dampak konflik Timur Tengah ini menuntut kewaspadaan tinggi dari pemerintah dan Bank Indonesia. Selain neraca eksternal dan nilai tukar, potensi tekanan pada sektor fiskal dan inflasi juga menjadi ancaman yang harus diantisipasi untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar