Cerita.co.id, Tuban – Sebuah insiden tragis mengguncang ketenangan Desa Leran, Kecamatan Senori, Tuban, Jawa Timur, pada Selasa siang. Mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa manfaat, justru terlibat kecelakaan serius, menabrak sepeda motor yang dikendarai pasangan suami istri lansia. Kecelakaan ini sontak menjadi sorotan, memunculkan pertanyaan tentang standar keselamatan di jalan.
Kendaraan roda empat bernomor polisi B 9232 SCL itu merupakan aset Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 Senori, Tuban. Di sisi lain, korban adalah Rahmad (65) dan istrinya, warga Desa Leran Senori, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju ladang sawah mereka, sebuah rutinitas harian yang berakhir nahas.

Menurut kesaksian Rofiudin, seorang warga setempat, insiden maut ini terjadi di ruas jalan menikung antardesa. "Mobil MBG melaju dari arah utara dan secara paksa mencoba menyalip dua kendaraan lain di depannya. Padahal, korban yang datang dari arah selatan sudah berada di pinggir jalan, namun tetap tak terhindarkan dari tabrakan frontal," jelas Rofiudin, menggambarkan detik-detik mengerikan tersebut.

Related Post
Kericuhan sempat mewarnai lokasi kejadian. Warga yang emosi melihat kondisi korban dan kerusakan kendaraan nyaris melampiaskan amarah kepada sopir mobil MBG, namun berhasil diredam oleh perangkat desa setempat. Kedua korban lansia segera dievakuasi menggunakan ambulans milik pemerintah Desa Leran dan dilarikan ke Rumah Sakit Graha Husada Singgahan untuk penanganan medis darurat.
Dampak tabrakan ini terlihat jelas pada kedua kendaraan. Mobil operasional MBG SPPG Sendang 2 mengalami kerusakan signifikan pada bumper depan dan kaca yang retak-retak. Sementara itu, sepeda motor Honda Supra milik Rahmad hancur parah di bagian depan, menunjukkan kerasnya benturan.
Insiden ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan sebuah pelajaran berharga tentang keselamatan berkendara. Praktisi keselamatan berkendara terkemuka, Sony Susmana, yang menjabat sebagai Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), menyoroti pentingnya manajemen waktu yang matang dalam setiap perjalanan.
Berbicara kepada Cerita.co.id, Sony menduga, "Saya tidak mengetahui detailnya, namun ada kemungkinan kendaraan ini mengangkut logistik makanan untuk program anak-anak dan pengemudi merasa terburu-buru agar tidak terlambat, sehingga mengabaikan kontrol kecepatan." Ia menegaskan bahwa manajemen waktu yang buruk seringkali menjadi akar masalah, membebankan tanggung jawab kepada pengemudi untuk mengebut dan berujung pada kecelakaan.
"Terlihat jelas bahwa manajemen waktu yang diterapkan oleh tim terkait belum optimal. Cara termudah untuk ‘membuang’ waktu yang terbuang adalah dengan mengebut di jalan, yang pada akhirnya menumpahkan beban tanggung jawab kepada pengemudi untuk terburu-buru dan berisiko tinggi kecelakaan," papar Sony. Ia memperingatkan, jika pola ini tidak segera diperbaiki, insiden serupa akan terus berulang. Bagi pengendara lain, Sony menyarankan untuk selalu waspada dan menjaga jarak aman dari kendaraan yang terlihat terburu-buru di jalan.








Tinggalkan komentar