Cerita.co.id – Gema raungan mesin MotoGP siap kembali mengguncang Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9-11 Oktober 2026. Namun, di balik gemerlap ajang balap internasional ini, ada sebuah dedikasi tanpa henti dari Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk memastikan sirkuit kebanggaan Indonesia selalu dalam kondisi prima, jauh sebelum lampu start menyala.
Direktur Operasional MGPA, Donny Mahardjono, menegaskan bahwa kesiapan sirkuit bukanlah tugas musiman. "Dalam dunia MotoGP, setiap detail terkecil memiliki implikasi besar terhadap keselamatan. Oleh karena itu, standar ketat yang ditetapkan FIM wajib kami jaga secara konsisten, bukan hanya saat balapan berlangsung," jelas Donny. Ia menambahkan, mulai dari kondisi lintasan, area run-off, perangkat keselamatan, hingga kesiapan operasional, semuanya harus dipastikan dalam kondisi optimal setiap saat.
Data MGPA menunjukkan betapa sibuknya sirkuit sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan ini. Sepanjang tahun 2025 saja, lintasan ini digunakan untuk berbagai kegiatan selama 270 hari, mencakup Asia Road Racing Championship, beragam ajang motorsport nasional, hingga aktivitas lainnya. Tingginya intensitas penggunaan ini secara otomatis menuntut pekerjaan pemeliharaan yang nyaris tak pernah berhenti sepanjang tahun.

Related Post
Ini berarti, memastikan setiap elemen—mulai dari lintasan, kendaraan operasional, perangkat keselamatan, hingga fasilitas pendukung—selalu dalam kondisi prima bukanlah pekerjaan yang baru digeber beberapa minggu sebelum MotoGP. "Sebagai pengelola sirkuit, kami memahami bahwa kesiapan bukan hanya krusial saat event berlangsung, melainkan juga dalam setiap tahapan persiapan dan pemeliharaan rutin sehari-hari," imbuh Donny.
Untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan yang kompleks ini, MGPA menjalin kolaborasi strategis dengan Bosch Indonesia. Berbagai peralatan canggih dari Bosch Power Tools dan Bosch Mobility Aftermarket menjadi tulang punggung dalam mendukung pekerjaan teknis serta perawatan kendaraan operasional di seluruh area sirkuit. Para teknisi mengandalkan perangkat ini untuk perawatan dan perbaikan kendaraan, pemeriksaan komponen vital, hingga pemeliharaan area kerja. Bahkan, perangkat inspeksi khusus turut digunakan untuk menjangkau bagian kendaraan yang sulit terlihat atau diakses.
Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications & Government Relations Bosch Indonesia, menjelaskan visi mereka terhadap kolaborasi ini. "Kami memandang kebutuhan di lingkungan otomotif sebagai sebuah ekosistem yang terintegrasi. Ini bukan sekadar tentang teknisi yang bekerja dengan alat yang tepat, melainkan juga bagaimana kendaraan dapat terus beroperasi optimal melalui penggunaan komponen yang sesuai dan penggantian yang dilakukan secara presisi sesuai kebutuhan," tutur Fenny.
Dengan persiapan yang matang dan berkelanjutan ini, gelaran MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menjanjikan tontonan balap kelas dunia, tetapi juga membidik dampak ekonomi yang signifikan. Targetnya, mampu menghasilkan perputaran ekonomi sedikitnya Rp 5 triliun, dengan harapan menarik 145 ribu penonton dari berbagai penjuru dunia.








Tinggalkan komentar