Konvoi Pejabat Nekat di Titik Maut

Konvoi Pejabat Nekat di Titik Maut

Cerita.co.id melaporkan, jagat maya kembali dihebohkan dengan sebuah rekaman video yang menampilkan iring-iringan kendaraan mewah, lengkap dengan pengawalan kepolisian, nekat berhenti di tanjakan Sitinjau Lauik yang terkenal rawan. Bukan karena darurat, rombongan ini justru turun untuk berpose dan mengabadikan momen di lokasi yang sangat berbahaya, memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana iring-iringan yang diduga ditumpangi pejabat, menggunakan kendaraan jenis Toyota Fortuner dan Kijang Innova, menghentikan sementara arus lalu lintas di tikungan dan tanjakan curam Sitinjau Lauik. Mobil patwal polisi yang mengawal pun berkali-kali membunyikan sirene, seolah memberi jalan bagi aksi yang menuai kritik ini. Beberapa penumpang terlihat turun dari mobil untuk berfoto ria, sementara kendaraan lain, termasuk truk-truk besar, terpaksa mengantre di kedua arah tikungan yang sempit itu.

Konvoi Pejabat Nekat di Titik Maut
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Aksi ini sontak memicu reaksi keras dari warganet. Salah satu akun Threads, joezenzie, mengungkapkan kekecewaannya, menyebut kejadian ini "sangat tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan". Ia menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh rombongan yang berhenti di tikungan terjal dan curam hanya untuk berfoto, memaksa pengguna jalan lain menunggu. "Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yg lain. Mirisnya ini dikawal oleh Polantas pula," tulisnya, menyoroti peran pengawalan kepolisian dalam insiden tersebut.

COLLABMEDIANET

Menanggapi insiden ini, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), Sony Susmana, menegaskan bahwa Sitinjau Lauik bukanlah lokasi yang sembarangan. Menurut Sony, area tersebut dikenal memiliki karakteristik tikungan tajam, tanjakan curam, dan permukaan jalan yang licin, menjadikannya sangat rawan kecelakaan. "Tidak semua kendaraan dapat melintas dengan aman tanpa panduan. Banyak insiden terjadi di sana akibat gagal menanjak atau rem blong," jelas Sony, menekankan bahwa area seperti itu seharusnya steril dari aktivitas berhenti yang disengaja, apalagi untuk tujuan yang tidak mendesak.

Lebih lanjut, Sony juga mengkritik keras peran petugas kepolisian dalam rombongan tersebut. Ia menyatakan bahwa fungsi pengawalan tidak hanya sebatas mengamankan jalur, melainkan juga mengingatkan dan mengambil tindakan preventif terhadap potensi bahaya. "Petugas polisi seharusnya menyelamatkan, bukan menormalisasi atau bahkan memfasilitasi tindakan berbahaya, meskipun mereka memiliki hak diskresi," tegasnya. Ia menambahkan, "Apa pun misi di baliknya, tidak sepantasnya pejabat sekelas mereka memberikan contoh yang buruk kepada masyarakat dengan mengabaikan keselamatan publik."

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, terutama para pejabat dan aparat penegak hukum, untuk selalu mengedepankan keselamatan dan memberikan teladan yang baik di jalan raya. Tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, apalagi di area rawan kecelakaan, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar