Cerita.co.id melaporkan, masa depan transportasi kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang dapat dinikmati. Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir teknologi dengan meluncurkan layanan taksi otonom atau robotaxi untuk khalayak umum. Inisiatif revolusioner ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan teknologi kendaraan otonom terkemuka, Pony.ai, dan operator transportasi raksasa, ComfortDelGro. Layanan robotaxi ini secara resmi mulai beroperasi di kawasan Punggol pada 22 Juni 2026. Jika sebelumnya akses hanya terbatas pada tahap uji coba melalui undangan khusus, kini masyarakat luas dapat dengan mudah memesan taksi canggih ini melalui aplikasi Zig milik ComfortDelGro.
Armada robotaxi ini dirancang untuk melayani berbagai titik strategis di Punggol, menciptakan konektivitas yang mulus antara area permukiman dan berbagai fasilitas publik penting. Rute layanan mencakup destinasi seperti Punggol Coast Mall, Stasiun MRT Punggol Coast, One Punggol, Oasis Terrace, hingga Punggol Plaza, memberikan opsi mobilitas yang inovatif dan efisien bagi penduduk setempat.
Langkah ini merupakan tonggak penting bagi Pony.ai dalam strategi ekspansi globalnya. Perusahaan tersebut berambisi untuk memperluas jangkauan bisnis robotaxi di luar pasar Tiongkok, dengan target ambisius mengoperasikan lebih dari 3.500 armada robotaxi di lebih dari 20 kota pada akhir tahun 2026. Singapura ditempatkan sebagai salah satu pasar internasional utama dalam visi tersebut.

Related Post
James Peng, Pendiri sekaligus CEO Pony.ai, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus menyempurnakan layanan ini melalui operasional di dunia nyata. "Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh regulator, ComfortDelGro, serta masyarakat setempat. Fokus utama kami adalah menghadirkan solusi mobilitas otonom yang aman, andal, dan nyaman, yang akan melengkapi sistem transportasi publik yang sudah ada," ungkap Peng, seperti yang disitat dari Automotiveworld.
Senada dengan Peng, Managing Director dan Group CEO ComfortDelGro, Cheng Siak Kian, menyatakan bahwa kendaraan otonom kini bukan lagi sekadar ambisi masa depan. "Dari proyek percontohan robotaxi di Guangzhou hingga peluncuran untuk publik di Punggol, kami terus berupaya mengintegrasikan teknologi mutakhir, infrastruktur yang memadai, dan pengalaman operasional yang mendalam guna menghadirkan layanan kendaraan otonom yang tidak hanya aman, tetapi juga dapat diterapkan dalam skala besar," jelas Kian.
Peluncuran ini bukan sekadar inovasi transportasi biasa, melainkan sebuah penanda signifikan yang mendekatkan era kendaraan tanpa pengemudi di jalan raya global. Singapura sekali lagi menunjukkan kepemimpinannya sebagai salah satu negara yang paling agresif dan progresif dalam mengadopsi serta mengimplementasikan teknologi kendaraan otonom, membuka babak baru dalam sejarah mobilitas perkotaan.









Tinggalkan komentar