Cerita.co.id – Aksi heroik ditunjukkan oleh pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam ajang Moto3 Jepang 2026. Meski harus memulai balapan dari posisi yang tidak ideal, yakni peringkat ke-16, pebalap andalan Honda Team Asia ini menunjukkan mentalitas juara dengan melakukan aksi kejar-mengejar yang dramatis hingga garis finis.
Sejak lampu start padam, Veda langsung menunjukkan agresivitasnya di lintasan. Ia tidak membiarkan dirinya tertahan di barisan belakang dan langsung melakukan manuver untuk naik dua posisi, mengamankan posisi ke-14 pada fase awal lomba. Momentum positif ini terus berlanjut; pada lap kedua ia naik ke posisi ke-13, dan hanya berselang satu putaran, Veda berhasil merangsek ke posisi ke-12.
Persaingan di grup tengah berlangsung sangat sengit. Veda harus berduel ketat dengan sejumlah pembalap berbakat lainnya seperti Valentin Perrone, Adrian Fernandez, Joel Rios, hingga Marco Morelli. Di sisi lain, rival utamanya dalam perebutan gelar rookie, Hakim Danish, sempat tertahan di posisi ke-17.

Related Post
Memasuki pertengahan balapan, dinamika di lintasan mulai berubah. Sementara rombongan terdepan yang dipimpin oleh Brian Uriarte mulai menjauh, Veda terus berjuang keras untuk tetap berada di dalam jangkauan grup utama. Pada lap ketujuh, Veda bahkan sempat menyentuh posisi ke-10, sebuah pencapaian yang sangat impresif mengingat ia memulai dari posisi ke-16.
Namun, balapan tidak berjalan mulus bagi Veda. Ia sempat mengalami kendala saat mendapat peringatan track limit pada lap ke-11, yang membuatnya terlempar ke posisi ke-13, dan kemudian turun ke posisi ke-15. Di saat yang sama, Hakim Danish berhasil menyalipnya.
Meski sempat tertekan, Veda tidak menyerah. Empat lap sebelum balapan berakhir, ia kembali melakukan serangan balik yang cerdik dan berhasil melewati Danish untuk kembali ke posisi ke-13. Ketegangan memuncak di lap terakhir saat Veda terus ditekan oleh Danish, namun dengan ketenangan luar biasa, ia berhasil melakukan manuver di sektor terakhir untuk mencuri posisi ke-11.
Sementara itu, David Almansa keluar sebagai pemenang setelah memimpin persaingan ketat dengan selisih waktu yang sangat tipis, yakni hanya 0,046 detik dari Maximo Quiles. Brian Uriarte, yang sempat terkena penalti Double Long Lap, berhasil bangkit secara luar biasa hingga finis di posisi keempat.
Hasil akhir menunjukkan Veda Ega Pratama finis di posisi ke-11 dengan selisih 21,590 detik dari pemenang. Hasil ini sekaligus memastikan Veda finis di depan Hakim Danish yang harus puas di posisi ke-12. Perjuangan ini menjadi bukti nyata bahwa Veda memiliki kemampuan untuk bangkit dari posisi sulit di lintasan balap kelas dunia.








Tinggalkan komentar