Cerita.co.id – Sistem QR code yang diterapkan untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Biosolar, kembali menjadi sorotan setelah terungkapnya praktik penyalahgunaan ekstrem. Sebuah kendaraan, dalam kurun waktu satu bulan saja, tercatat berhasil mengisi BBM hingga 2.560 liter, jauh melampaui batas wajar dan mengindikasikan adanya modus operandi yang merugikan negara.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, mengungkap fakta mencengangkan ini dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI baru-baru ini. Ia mencontohkan, ada satu kendaraan dengan nomor polisi BM…0 UO yang melakukan transaksi pengisian BBM subsidi secara berulang, bahkan bisa satu hingga tiga kali dalam sehari. Total akumulasi pembelian BBM oleh kendaraan tersebut mencapai 2.560 liter, ironisnya, menggunakan QR Code yang berbeda-beda.
"Ini dengan pelat nomor BM…0 UO itu aja transaksinya hampir 2.560 liter dengan QR Code yang beda. Per hari transaksinya bisa satu sampai tiga kali. Ini contoh-contoh terjadinya anomali di dalam pemanfaatan teknologi yang perlu kita permutakhirkan bersama," ungkap Wahyudi, menyoroti celah dalam sistem yang seharusnya memastikan subsidi tepat sasaran.

Related Post
Anomali serupa tidak hanya terjadi pada satu kasus. Wahyudi menambahkan, beberapa kendaraan lain juga kedapatan mengisi BBM secara berulang dalam sehari, bahkan ada yang mencapai 200 liter per hari, jauh melampaui batasan yang telah ditetapkan pemerintah. Padahal, regulasi pembelian BBM subsidi telah jelas diatur.
Berdasarkan Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 yang ditetapkan pada 30 Maret 2026, terdapat batasan kuota harian untuk setiap jenis kendaraan:
- Untuk kendaraan angkutan orang dan/atau barang roda empat, baik Pertalite maupun Biosolar, maksimal 50 liter per hari per kendaraan.
- Kendaraan bermotor untuk pelayanan umum seperti ambulans, mobil jenazah, pemadam kebakaran, dan pengangkut sampah juga dibatasi 50 liter per hari untuk Pertalite.
- Sementara itu, kendaraan bermotor umum pengguna Biosolar untuk angkutan orang dan/atau barang roda empat dibatasi 80 liter per hari.
- Dan bagi kendaraan roda enam atau lebih, batas maksimal Biosolar adalah 200 liter per hari.
Sistem QR code sendiri dirancang untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, sesuai segmen yang diatur pemerintah, dan melindungi konsumen yang benar-benar berhak. Namun, temuan ini menjadi catatan koreksi serius bahwa penyaluran BBM subsidi belum sepenuhnya termanfaatkan oleh masyarakat yang tepat.
"Dan ini menjadikan suatu catatan koreksi penyaluran BBM yang benar-benar tidak dimanfaatkan untuk masyarakat yang tepat," pungkas Wahyudi. Pemerintah dan BPH Migas diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memperketat pengawasan dan mencegah praktik penyalahgunaan ini agar subsidi BBM benar-benar dinikmati oleh mereka yang membutuhkan.
Jakarta, Cerita.co.id









Tinggalkan komentar