Aprilia Menggila Assen

Aprilia Menggila Assen

Cerita.co.id melaporkan dari Assen, Belanda – Sirkuit TT Assen menjadi saksi bisu dominasi tak terbantahkan Aprilia dalam gelaran MotoGP Belanda 2026 yang penuh drama dan kejutan. Tiga pebalap yang mengendarai motor Aprilia berhasil mengamankan posisi podium, dengan Ai Ogura dari tim satelit meraih kemenangan sensasional, diikuti rekan setimnya Raul Fernandez di posisi kedua, dan pebalap pabrikan Jorge Martin melengkapi tiga besar. Sebuah pencapaian yang menegaskan kebangkitan pabrikan asal Noale tersebut.

Sinyal kebangkitan Aprilia sudah terlihat jelas sejak sesi kualifikasi, di mana mereka berhasil menguasai barisan depan. Tren positif berlanjut di Sprint Race, dengan duo pebalap tim satelit Aprilia mendominasi posisi satu dan dua. Balapan utama yang berlangsung di bawah terik matahari Assen menambah tantangan, membuat mayoritas pebalap memilih kombinasi ban medium-medium, sementara beberapa lainnya mencoba medium-soft. Jorge Martin, yang memulai balapan dengan kuat, langsung memimpin sejak awal, menunjukkan kecepatan impresif.

Aprilia Menggila Assen
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, balapan tak luput dari insiden yang mengubah jalannya persaingan. Marco Bezzecchi, pebalap tim pabrikan Aprilia lainnya, harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh di tikungan 15 pada lap kedua, meski dinyatakan dalam kondisi sadar. Drama berlanjut dengan perebutan posisi tiga yang sengit antara Ai Ogura, Marc Marquez, dan Pedro Acosta. Sayangnya, Acosta harus keluar lintasan di lap 13, diduga karena masalah fisik, disusul Francesco ‘Pecco’ Bagnaia di lap 15 akibat masalah teknis pada motornya. Ai Ogura sendiri sempat mengalami masalah pada perangkat ride height device-nya yang menyebabkan percikan api saat motornya menyeret aspal, namun ia tetap menunjukkan ketahanan luar biasa dan bertahan di posisi tiga.

COLLABMEDIANET

Pertarungan di lintasan semakin memanas di paruh kedua balapan. Marc Marquez sempat terlibat duel sengit dengan Raul Fernandez untuk posisi kedua. Kemudian, di lap 17, Fernandez berhasil merebut posisi terdepan dari Martin. Tak lama berselang, di lap 20, giliran Ai Ogura yang menunjukkan performa puncaknya, menyalip Fernandez untuk mengambil alih pimpinan balapan, sebuah momen krusial yang mengukir sejarah bagi kariernya.

Puncak ketegangan terjadi di chicane terakhir Sirkuit Assen, di mana Fabio "Diggia" Di Giannantonio terlibat kontak dengan Marc Marquez, sebuah insiden yang mengingatkan pada duel legendaris Valentino Rossi vs. Marquez di sirkuit yang sama pada 2015. Akibat insiden tersebut, Diggia dikenai sanksi long lap penalty. Namun, ia menunjukkan semangat juang luar biasa, berhasil kembali menyalip Marquez dan bahkan Alex Marquez di lap terakhir untuk finis di posisi keempat, sebuah comeback yang patut diacungi jempol.

Hingga akhir balapan, Ai Ogura mencatatkan kemenangan perdananya di kelas MotoGP, sebuah pencapaian monumental bagi kariernya dan juga bagi tim satelit Aprilia. Raul Fernandez mengamankan posisi kedua yang solid, dan Jorge Martin melengkapi podium di posisi ketiga, menegaskan dominasi Aprilia yang "menggila" di Sirkuit Assen. Hasil ini tidak hanya mengubah peta persaingan, tetapi juga menandai era baru bagi pabrikan asal Noale tersebut di kancah balap motor paling bergengsi di dunia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar