Cerita.co.id melaporkan, ada perbedaan signifikan dalam besaran pajak tahunan untuk berbagai varian Toyota Alphard. Khususnya, varian terbaru Alphard XE yang dikenal sebagai opsi paling terjangkau, menawarkan struktur pajak yang berbeda dibandingkan dengan model Alphard standar maupun hibrida. Disparitas ini bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya perbedaan nilai jual masing-masing varian yang tercantum dalam regulasi pemerintah.
Dasar perbedaan ini terletak pada Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang berbeda untuk setiap model, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat. Regulasi ini menjadi acuan utama dalam menentukan besaran pajak kendaraan bermotor di Indonesia.

Lampiran regulasi tersebut secara gamblang menunjukkan bahwa Alphard XE, yang sering disebut sebagai versi ‘murah’, memiliki nilai jual mulai dari Rp 700 jutaan. Sementara itu, varian G dan model hibrida dipatok dengan nilai jual yang lebih tinggi, yakni di atas Rp 1 miliar. Perbedaan NJKB inilah yang kemudian berimbas pada perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan.

Related Post
Berdasarkan perhitungan pajak tahunan untuk tahun 2026, dengan asumsi tarif PKB 2% yang berlaku di Jakarta untuk kendaraan pertama, berikut rincian estimasi pajaknya:
- Pajak Alphard XE
- NJKB: Rp 710.000.000
- Dasar Pengenaan PKB: Rp 745.500.000
- Pajak Alphard XE Hybrid
- NJKB: Rp 767.000.000
- Dasar Pengenaan PKB: Rp 805.350.000
- Pajak Alphard 2.5 G
- NJKB: Rp 1.247.000.000
- Dasar Pengenaan PKB: Rp 1.309.350.000
- Pajak Alphard Hybrid
- NJKB: Rp 1.309.000.000
- Dasar Pengenaan PKB: Rp 1.374.450.000
Perlu dicatat, angka pajak di atas dapat bervariasi tergantung pada wilayah pendaftaran kendaraan dan status kepemilikan (apakah sebagai kendaraan pertama atau bukan atas nama perorangan). Namun, dari perhitungan tersebut, terlihat jelas bahwa pajak tahunan untuk Toyota Alphard varian XE terpantau jauh lebih rendah, bahkan mencapai selisih belasan juta rupiah, dibandingkan dengan varian Alphard lainnya.
Menariknya, meskipun terdapat perbedaan signifikan dalam besaran pajak, spesifikasi mesin antara Alphard varian XE dan model lainnya justru menunjukkan kesamaan. Baik Alphard hibrida (varian XE maupun standar) mengandalkan mesin A25A-FXS yang mampu menghasilkan tenaga 190 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 236 Nm pada rentang 4.300-4.500 rpm.
Sementara itu, untuk Alphard bermesin bensin (varian XE dan standar), dapur pacunya ditenagai oleh mesin 2AR-FE. Mesin ini sanggup menyemburkan tenaga hingga 182 PS dan torsi 235 Nm. Kedua jenis mesin, baik hibrida maupun bensin, dipasangkan dengan transmisi otomatis jenis Continuously Variable Transmission (CVT) untuk pengalaman berkendara yang halus dan efisien.








Tinggalkan komentar