Cerita.co.id mengabarkan, bursa transfer MotoGP kembali memanas dengan kabar mengejutkan. Pebalap muda berbakat, Pedro Acosta, dipastikan akan meninggalkan tim pabrikan KTM setelah tiga musim penuh dinamika. Mulai musim depan, Acosta akan mengibarkan bendera Ducati, siap menghadapi tantangan baru, termasuk berbagi garasi dengan ikon balap, Marc Marquez. Keputusan krusial ini, menurut Acosta, didasari oleh habisnya kesabaran dan kebutuhan akan suasana baru.
Mengutip laporan Motorsport, Acosta secara terbuka mengakui bahwa hubungannya dengan KTM selama ini sangat positif dan penuh dukungan. Pabrikan asal Austria tersebut memainkan peran fundamental dalam menopang perjalanan kariernya, mulai dari mengantarkannya meraih gelar juara dunia Moto3 hingga menyediakan segala fasilitas terbaik selama berkompetisi di Moto2.
Namun, dinamika berubah drastis ketika Acosta menjejakkan kaki di kelas utama, MotoGP. Ia merasa bahwa motor KTM belum mampu memberinya perangkat yang cukup kompetitif untuk secara konsisten bersaing di barisan terdepan. Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa Acosta seringkali menjadi pebalap KTM dengan posisi terdepan di grid, sebuah situasi yang memicu kebutuhannya akan motivasi dan lingkungan baru.

Related Post
"Saya yakin KTM telah memberikan segalanya di setiap momen karier saya dan di setiap fase hubungan kami," ujar Acosta. "Namun, saya telah sampai pada titik di mana saya membutuhkan tantangan baru."
Acosta menegaskan bahwa keputusannya untuk hengkang bukanlah sesuatu yang muncul secara mendadak. Ia merasa telah memberikan cukup banyak waktu dan kesempatan bagi proyek KTM di MotoGP untuk berkembang. "Mungkin ya. Saya percaya pada proyek ini selama tiga tahun dan telah memberi mereka kesempatan demi kesempatan," jelasnya. "Namun, saya yakin bisa mencapai lebih jauh, dan itulah mengapa saya memutuskan untuk pergi."
Di garasi Ducati, Acosta akan menghadapi spektrum tantangan yang berbeda. Salah satunya adalah menjadi rekan setim Marc Marquez, pebalap yang kerap menjadi tolok ukur perbandingan dengannya sejak masih berlaga di Moto3. Namun, Acosta mengaku tidak terlalu memusingkan perbandingan tersebut. Ia justru merasa telah mengalami perkembangan signifikan sejak promosi dari Moto2 ke MotoGP, menjadikannya pebalap yang lebih matang.
Menariknya, Acosta menyadari bahwa bergabung dengan tim sekelas Ducati juga berarti dirinya tidak akan memiliki banyak alasan jika performanya tidak maksimal. "Saya bukan tipe orang yang biasanya menyalahkan orang lain untuk menegaskan bahwa sesuatu bukan kesalahan saya," ungkap Acosta. "Mungkin tahun depan hal ini akan terjadi, bahwa tidak ada lagi alasan dan bahwa, jika keadaan tidak berjalan baik, itu akan menjadi kesalahan saya." Kondisi ini, menurutnya, justru memicu antusiasme karena dapat menjadi dorongan positif bagi evolusi kariernya.








Tinggalkan komentar