Cerita.co.id, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana strategis terkait pembatasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Skema ini akan diuji coba mulai September 2026, dengan fokus membatasi akses bagi kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi tertinggi, atau yang dikenal sebagai desil 10. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi anggaran subsidi energi negara hingga 10 persen, sekaligus memastikan alokasi dana publik benar-benar tepat sasaran.
Purbaya menegaskan bahwa langkah ini bukan dimaksudkan untuk memperketat alokasi subsidi secara keseluruhan, melainkan untuk mengoptimalkan distribusinya agar tidak dinikmati oleh pihak yang secara finansial sudah mampu. "Subsidi BBM tidak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin akan coba nanti berapa bulan ke depan yang desil 10 kita batasin dulu," ujar Purbaya usai menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Sebagai informasi, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah telah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun. Angka ini mencakup 65,87 persen dari total pagu anggaran subsidi yang mencapai Rp318,9 triliun. Jika dana kompensasi turut diperhitungkan, total anggaran ketahanan energi nasional bahkan menyentuh angka Rp381,3 triliun. Dengan potensi penghematan sebesar 10 persen, kebijakan pembatasan Pertalite ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas keuangan negara.

Related Post









Tinggalkan komentar