Cerita.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pernyataan terkait kondisi utang Indonesia di tengah sorotan publik. Menanggapi kekhawatiran berbagai pihak, terutama fraksi PKB dan PKS di DPR, Sri Mulyani menegaskan bahwa utang negara masih dalam kondisi aman dan terkendali. Pernyataan ini muncul setelah adanya laporan mengenai peningkatan beban bunga utang yang mencapai Rp488,4 triliun pada tahun 2024.
Peningkatan beban bunga utang ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi alokasi anggaran untuk sektor-sektor penting seperti kesejahteraan rakyat. Fraksi PKB dan PKS menyoroti kenaikan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 39,81 persen pada akhir 2024, meningkat dari 39,21 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini dikhawatirkan akan semakin membebani APBN di tahun-tahun mendatang.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengelola utang secara hati-hati dan terukur. Berbagai indikator kesehatan utang terus dipantau untuk memastikan stabilitas fiskal negara. Pemerintah juga berkomitmen untuk membayar cicilan utang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Related Post
"Pemerintah memastikan profil utang akan terus dikelola secara prudent dan terukur. Berbagai indikator mengenai kesehatan utang kami terus akan waspadai," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Meskipun demikian, pemerintah mengakui adanya peningkatan beban bunga utang dan akan terus berupaya mencari solusi untuk mengoptimalkan pengelolaan utang negara. Hal ini dilakukan agar alokasi anggaran untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat tetap terjaga.








Tinggalkan komentar