Berita dari Cerita.co.id menyebutkan bahwa Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait UMKM Indonesia. Jumlahnya mencapai 65 juta unit, sebuah angka yang fantastis dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, di balik angka tersebut tersimpan tantangan besar. Hanya sekitar 16% dari total UMKM Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor. Artinya, puluhan juta UMKM lainnya masih tertinggal dan belum merasakan manfaat dari perdagangan internasional.
Rosan menjelaskan, UMKM memang menjadi mesin penggerak utama perekonomian Indonesia. Kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja sangat signifikan, mencapai 97% atau sekitar 117 juta lapangan kerja. Begitu pula dengan kontribusinya terhadap PDB nasional yang mencapai 61%. Namun, potensi besar ini belum termanfaatkan secara optimal karena rendahnya penetrasi ekspor.

Pemerintah, kata Rosan, terus berupaya keras untuk meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global. Upaya tersebut meliputi peningkatan akses pembiayaan, pendampingan bisnis yang intensif, dan perluasan akses ke pasar internasional. Fokus utama pemerintah adalah meningkatkan kualitas produk dan memastikan keberlanjutan usaha UMKM agar mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong lebih banyak UMKM untuk go global dan memanfaatkan peluang pasar internasional yang luas.

Related Post









Tinggalkan komentar