Ubah Sampah Jadi Cuan Peluang Bisnis Baru

Ubah Sampah Jadi Cuan Peluang Bisnis Baru

Cerita.co.id – Transformasi energi hijau kini bukan sekadar wacana lingkungan, melainkan telah menjelma menjadi ladang emas baru bagi para pelaku usaha di berbagai daerah. Melalui pengembangan bioenergi, peluang bisnis mulai terbuka lebar, mulai dari pengelolaan limbah hingga penyediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kini tengah gencar mendorong pengusaha lokal untuk mengambil peran dalam membangun rantai pasok biomassa yang berkelanjutan.

Potensi ekonomi yang ditawarkan sangatlah masif. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa kebutuhan biomassa untuk mendukung program co-firing di pembangkit listrik PLN sangatlah besar. Saat ini, terdapat 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan total kapasitas terpasang mencapai 18.154 megawatt (MW). Untuk mengoperasikan seluruh unit tersebut, dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton setiap tahunnya.

Ubah Sampah Jadi Cuan Peluang Bisnis Baru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Bisnis ini dirancang untuk melibatkan sebanyak mungkin pengusaha lokal," ujar Hokkop dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jawa Barat di Bekasi, Minggu (11/10/2026).

COLLABMEDIANET

Hokkop menjelaskan bahwa ekosistem rantai pasok biomassa ini sangat fleksibel dan dapat dibangun melalui berbagai model bisnis. Para pengusaha dapat terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari pengumpulan bahan baku di lapangan, proses pengolahan, manajemen penyimpanan, hingga distribusi atau pengiriman ke lokasi pembangkit. Dalam skema yang telah disiapkan oleh PLN EPI, pelaku usaha dapat mengambil peran sebagai pengelola sub hub, hub, maupun main hub.

Menariknya, bahan baku yang dibutuhkan tidak terbatas pada satu jenis saja. Sumber daya yang bisa diolah sangat beragam, mulai dari serbuk gergaji, sisa tebangan kayu, sekam padi, bonggol jagung, batang singkong, hingga berbagai jenis limbah lainnya. Hal ini membuka pintu bagi berbagai entitas ekonomi, tidak hanya perusahaan skala besar. Koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, hingga pelaku UMKM dan pengusaha daerah memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke dalam ekosistem ini.

Berdasarkan data PLN EPI, hingga periode 2023 hingga 2026, realisasi penyediaan biomassa telah mencapai 4,77 juta ton. Namun, tantangan sekaligus peluang besar masih membentang karena saat ini lebih dari 77 persen pasokan masih didominasi oleh biomassa berbasis kayu. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang diversifikasi yang sangat luas, terutama dengan mengoptimalkan residu dari sektor pertanian, perkebunan, serta pengelolaan sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sebagai contoh nyata di wilayah Jawa Barat, PLN EPI telah memetakan potensi pemanfaatan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Gedebage. Sampah tersebut dapat diolah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang berpotensi menjadi alternatif bahan bakar co-firing untuk PLTU.

Dalam perencanaan logistiknya, PLN EPI juga mempertimbangkan efisiensi jarak agar nilai ekonomis produk tetap terjaga. Sebagai gambaran, jarak dari TPS Gedebage menuju PLTU Indramayu adalah sekitar 150 kilometer, ke Pelabuhan Ratu 170 km, Adipala 185 km, dan Lontar sejauh 240 km. Pemetaan jarak yang akurat menjadi kunci utama dalam membangun rantai pasok yang efisien, mengingat biaya logistik merupakan faktor penentu dalam keberhasilan bisnis biomassa ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar