Target Ambisius Serapan Kerja Lulusan Vokasi

Target Ambisius Serapan Kerja Lulusan Vokasi

Cerita.co.id – Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah besar dalam membenahi kualitas tenaga kerja nasional melalui penguatan sektor pendidikan vokasi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kini tengah membidik target ambisius, yakni memastikan sebanyak 70 persen lulusan dari program pelatihan vokasi nasional dapat langsung terserap ke dalam dunia kerja.

Langkah strategis ini akan diwujudkan melalui transformasi menyeluruh pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di berbagai wilayah. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kurikulum dan materi pelatihan agar tidak lagi berjalan sendiri, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan nyata dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Target Ambisius Serapan Kerja Lulusan Vokasi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa transformasi BPVP bukan sekadar perubahan administratif, melainkan upaya fundamental untuk meningkatkan nilai tawar para pencari kerja. Menurutnya, pelatihan vokasi harus mampu memberikan jaminan kompetensi yang relevan agar peserta tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga memiliki peluang kerja yang nyata setelah lulus.

COLLABMEDIANET

"Melalui transformasi pelatihan vokasi nasional, kita berupaya memperluas akses serta meningkatkan kualitas pelatihan agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin dinamis saat ini," ungkap Yassierli dalam keterangan resminya di Jakarta.

Salah satu terobosan penting yang akan diterapkan adalah penggunaan metode demand driven atau pelatihan berbasis kebutuhan industri. Dalam model ini, materi yang diajarkan di balai pelatihan tidak lagi bersifat umum, melainkan dirancang khusus berdasarkan spesifikasi keterampilan yang sedang dicari oleh perusahaan-perusahaan. Dengan pendekatan ini, kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki lulusan dengan kebutuhan pasar kerja diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan.

Guna memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran, Kemnaker juga akan memperketat pengawasan melalui mekanisme tracer study. Sistem pelacakan ini akan dilakukan paling lambat dua bulan setelah seorang peserta menyelesaikan masa pelatihannya. Melalui tracer study, pemerintah dapat memantau rekam jejak alumni, melihat di mana mereka bekerja, serta mengevaluasi apakah materi pelatihan yang diberikan sudah cukup membantu mereka dalam meniti karier.

Keberhasilan program besar ini tentu tidak bisa dipikul oleh Kemnaker sendirian. Oleh karena itu, pemerintah mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang kuat. Keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi kunci utama.

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang menghubungkan secara langsung antara pusat pelatihan dengan pintu perekrutan tenaga kerja. Dengan demikian, lulusan vokasi tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus industrialisasi, melainkan menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar