Terobosan BTN Angkat UMKM Nasional

Terobosan BTN Angkat UMKM Nasional

Cerita.co.id – Sektor perumahan kembali menjadi sorotan utama dengan keberhasilan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) oleh Bank BTN yang secara kumulatif menembus angka fantastis Rp7,4 triliun. Pencapaian ini, yang diungkapkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, bukan sekadar angka, melainkan sebuah instrumen strategis untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di ekosistem perumahan agar dapat ‘naik kelas’ dan berkembang.

Rincian pembiayaan tersebut menunjukkan alokasi sebesar Rp5,4 triliun untuk KPP Supply dan Rp2 triliun untuk KPP Demand. Kedua skema ini dirancang untuk menyasar dua sisi krusial: penyediaan rumah di satu sisi, dan dukungan pembiayaan bagi masyarakat produktif yang membutuhkan hunian sekaligus modal usaha di sisi lain.

Terobosan BTN Angkat UMKM Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa, dalam Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jakarta, Jumat (11/9), menegaskan peran strategis KPP. "Melalui KPP Supply dan KPP Demand, BTN berupaya memperluas akses pembiayaan di seluruh ekosistem perumahan. Kami ingin program ini tidak hanya mendorong penyediaan hunian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pelaku usaha dan pada akhirnya menggerakkan ekonomi rakyat," ujar Helmy, menggarisbawahi komitmen bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

COLLABMEDIANET

Secara lebih rinci, KPP Supply dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan, dengan plafon kredit mencapai Rp5 miliar. Sementara itu, KPP Demand dirancang khusus untuk UMKM perorangan, menawarkan pembiayaan hingga Rp500 juta. Dana ini dapat digunakan untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah yang secara langsung mendukung kegiatan usaha mereka, menjadikannya investasi ganda bagi pelaku UMKM.

Helmy Afrisa optimistis potensi pertumbuhan KPP masih sangat terbuka lebar. Sebagai gambaran, di wilayah Jakarta dan sekitarnya saja, BTN telah mencatat 353 peminatan dengan total plafon mencapai Rp424,944 miliar. Angka ini terbagi menjadi 57 peminatan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP Demand senilai Rp135,974 miliar, menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai segmen pelaku usaha terhadap program ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar