Rupiah Terjun Bebas Dolar Menggila

Rupiah Terjun Bebas Dolar Menggila

Cerita.co.id melaporkan bahwa nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 1 September 2026. Mata uang Garuda anjlok 22 poin atau sekitar 0,12 persen, kini bertengger di level Rp17.744 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh dua sentimen utama yang datang dari ranah geopolitik dan kebijakan moneter global: gejolak di Timur Tengah dan sinyal hawkish dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Kondisi di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Ketegangan ini menyusul aksi saling serang langsung antara kedua negara, mengubah konflik ekonomi menjadi konfrontasi militer. Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa upaya mediator seperti Qatar dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz belum membuahkan hasil. Selat vital ini, yang sebelumnya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global, ditutup Iran setelah serangan AS dan Israel pada akhir Februari. Risiko pelayaran di kawasan itu terbukti nyata, dengan laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengenai sebuah kapal tanker yang dihantam tiga proyektil saat berlayar keluar dari Selat Hormuz, meski tanpa korban jiwa atau dampak lingkungan.

Rupiah Terjun Bebas Dolar Menggila
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dari sisi ekonomi global, pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, di Simposium Jackson Hole, juga memberikan tekanan signifikan. Pernyataan Warsh yang bernada hawkish memicu ekspektasi pasar bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga secepatnya pada September. Hal ini segera mendorong lonjakan tajam nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek. Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada September kini mencapai sekitar 66 persen, melonjak signifikan dari sekitar 38 persen sebelum pidato Warsh. Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik yang mengancam pasokan minyak global dan prospek kebijakan moneter AS yang lebih ketat menciptakan badai sempurna bagi rupiah, mendorong investor mencari aset yang lebih aman.

COLLABMEDIANET

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar