Cerita.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, dengan sedikit pelemahan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup turun tipis 3,63 poin atau setara 0,06 persen, parkir di level 6.518. Penurunan ini menandai hari perdagangan yang diwarnai sentimen beragam di kalangan investor, menunjukkan kehati-hatian pasar menjelang akhir pekan.
Pada penutupan bursa, dinamika pasar menunjukkan gambaran yang tidak seragam. Tercatat ada 290 saham yang berhasil menguat, sementara 348 saham lainnya harus melemah. Sebanyak 325 saham sisanya terpantau stagnan tanpa perubahan harga yang signifikan. Aktivitas perdagangan hari itu cukup ramai, dengan total transaksi mencapai Rp14,9 triliun, melibatkan 33,5 miliar lembar saham yang berpindah tangan, mencerminkan partisipasi investor yang tetap tinggi.
Pergerakan indeks sektoral juga mayoritas berada di zona merah, mencerminkan tekanan jual di berbagai sektor. Sektor-sektor yang mengalami pelemahan signifikan antara lain energi, konsumer non-siklikal, industri, infrastruktur, teknologi, kesehatan, properti, dan bahan baku. Di sisi lain, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan menguat, seperti konsumer siklikal dan transportasi. Sektor keuangan sendiri menunjukkan pergerakan yang bervariasi, dengan beberapa emiten melemah dan lainnya menguat.

Related Post
Sementara itu, indeks-indeks lain menunjukkan performa yang bervariasi. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham paling likuid, menguat tipis 0,12 persen ke level 641. Berbeda dengan itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) justru melemah 0,81 persen ke posisi 393. Indeks IDX30 dan MNC36 masing-masing menguat 0,20 persen ke 358 dan 0,23 persen ke 279, menunjukkan kekuatan di segmen saham-saham tertentu yang menjadi pilihan investor.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers. PT Green Power Group Tbk (LABA) memimpin dengan kenaikan fantastis 34,38 persen, mencapai harga Rp129 per saham. Disusul oleh PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang melonjak 25 persen ke Rp480, serta PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) yang meroket 24,52 persen ke Rp965. Kenaikan signifikan ini menunjukkan adanya minat beli yang kuat pada emiten-emiten tertentu, meskipun pasar secara keseluruhan cenderung melemah.







Tinggalkan komentar