Miliarder Djarum Berpulang Warisan Abadi

Miliarder Djarum Berpulang Warisan Abadi

Cerita.co.id melaporkan kabar duka menyelimuti jagat bisnis Tanah Air. Michael Bambang Hartono, sosok di balik kemegahan Grup Djarum dan salah satu miliarder terkaya di Indonesia, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026. Kepergiannya meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah industri dan perekonomian nasional.

Michael Bambang Hartono, yang memiliki nama asli Oei Hwie Siang, bersama adiknya, Robert Budi Hartono (Oei Hwie Tjhong), adalah arsitek utama di balik transformasi bisnis keluarga. Mereka berhasil mengembangkan warisan yang dibangun oleh sang ayah, Oei Wie Gwan, dari sebuah industri rumahan menjadi konglomerasi multinasional yang disegani.

Miliarder Djarum Berpulang Warisan Abadi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Cikal bakal Djarum sendiri bermula dari visi Oei Wie Gwan. Pada 21 April 1951, di kota Kudus, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai jantung kretek Indonesia, ia mendirikan pabrik kretek pertamanya. Sembilan bulan sebelumnya, Oei Wie Gwan telah mengakuisisi merek dan lisensi nama Djarum. Pada masa-masa awal, usaha ini sangat sederhana, hanya mempekerjakan sekitar sepuluh orang dan beroperasi di Jalan Bitingan Baru No. 28. Proses produksi tembakau dan cengkih masih dilakukan secara manual, bahkan Oei Wie Gwan tak segan turun tangan langsung melinting kretek dan memasarkannya di Kudus.

COLLABMEDIANET

Nama Djarum, yang konon terinspirasi dari jarum gramofon, perlahan tapi pasti mulai dikenal berkat kualitas dan cita rasanya yang khas. Setelah kepergian Oei Wie Gwan pada tahun 1963, estafet kepemimpinan beralih ke tangan kedua putranya. Di bawah arahan Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, Djarum tidak hanya bertahan, melainkan tumbuh pesat menjadi salah satu produsen kretek terbesar dan paling sukses di dunia, menorehkan nama Indonesia di kancah global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar