Cerita.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional yang ambisius, menyasar 70.000 lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia untuk tahun 2026. Inisiatif ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dan siap kerja, membuka gerbang menuju masa depan yang lebih cerah tanpa membebani biaya.
Program pelatihan ini akan diimplementasikan melalui jaringan balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar luas di berbagai wilayah, serta didukung oleh kolaborasi strategis dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa seluruh pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, memastikan para peserta memiliki kompetensi yang dicari oleh industri.

"Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan membuka kesempatan bagi anak-anak tamatan SMK dan SMA untuk kita latih di balai-balai kami yang ada di seluruh Indonesia. Juga bekerja sama dengan balai-balai UPTD. Itu membuka 70 ribu kuota. Silakan mendaftar dan mengikuti," ujar Afriansyah di Jakarta, Minggu (17/5/2026), seperti dilansir Cerita.co.id.

Related Post
Selain mendapatkan pelatihan gratis, para peserta juga akan menerima tunjangan harian sebesar Rp20.000 sebagai uang saku selama mengikuti program. Setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, setiap peserta berhak memperoleh sertifikat resmi dari negara, yang menjadi bukti pengakuan atas kompetensi yang telah mereka kuasai.
Pendaftaran untuk program Pelatihan Vokasi Nasional ini dapat dilakukan secara daring melalui platform Siapkerja. Melalui aplikasi yang sama, para lulusan juga memiliki akses untuk mendaftar ke berbagai program lain, termasuk Program Magang Nasional dan beragam pelatihan vokasi lainnya, menjadikan Siapkerja sebagai portal utama bagi pengembangan karir dan peningkatan keahlian.










Tinggalkan komentar