Cerita.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, mengungkapkan strategi pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui pendirian 80 ribu Koperasi Merah Putih (Kopdes) di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa, memberikan keuntungan signifikan bagi anggotanya.
Zulhas, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Kopdes akan dikelola langsung oleh masyarakat setempat, dengan fokus pada pengembangan potensi bisnis yang relevan dengan kebutuhan desa. Salah satu contoh yang ia berikan adalah potensi keuntungan yang bisa diraih Kopdes sebagai agen penyalur LPG 3 kg.

"Kita pikirkan usahanya dulu, bukan uangnya. Kalau bisa jadi pangkalan LPG, kan untung. Misal Rp3.000 untungnya 1 tabung, kalau satu desa ada 10 ribu warganya, ada 10 ribu tabung itu sudah Rp30 juta untungnya," ujar Zulhas dalam sebuah dialog di Menara Kadin, Jumat (18/7/2025). Ia meyakinkan bahwa angka tersebut bukan sekadar perkiraan, melainkan potensi nyata yang bisa diraih.

Related Post
Lebih lanjut, Zulhas memaparkan beragam lini bisnis lain yang bisa dikembangkan oleh Kopdes, seperti agen penyalur pupuk bersubsidi, gerai sembako murah, agen BRILink/BNI/Mandiri, layanan logistik bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, penyaluran bantuan pemerintah, penyerapan gabah petani, hingga apotek yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau.
Kehadiran Kopdes diharapkan dapat memangkas rantai pasok yang selama ini panjang dan kompleks. Dengan adanya Kopdes, produk bisa langsung sampai ke tangan konsumen tanpa melalui distributor, agen pengecer, tengkulak, dan lapisan perantara lainnya. Zulhas meyakini bahwa pemangkasan rantai pasok ini akan membuat harga lebih terjangkau bagi masyarakat dan meningkatkan keuntungan bagi petani serta produsen lokal.









Tinggalkan komentar