Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat, 11 September 2026, dengan performa yang mengecewakan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini ditutup anjlok 47,96 poin atau setara 0,73 persen, menetap di level 6.541,38. Penurunan ini menandai hari yang berat bagi investor, di mana mayoritas saham harus rela terkoreksi tajam.
Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas yang tinggi. Sempat menyentuh titik terendah di 6.462,96, indeks kemudian berupaya memulihkan diri dan mencapai level tertinggi harian di 6.552,70. Meskipun demikian, upaya pemulihan tersebut belum cukup untuk mengangkat IHSG kembali ke zona hijau, mengingat indeks dibuka di level 6.552,79 dan ditutup di bawah posisi penutupan sebelumnya yang berada di 6.589,34.
Kondisi pasar yang lesu tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa sebanyak 471 saham mengalami koreksi, sementara hanya 197 saham yang berhasil menguat, dan 295 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi juga cukup masif, dengan nilai mencapai Rp14,71 triliun, melibatkan volume perdagangan sebanyak 28,61 miliar saham dalam 1,916 juta kali frekuensi transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp11.446 triliun.

Related Post
Hampir seluruh sektor saham turut merasakan tekanan jual yang signifikan. Dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI, hanya sektor kesehatan yang mampu menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 3,91 persen. Sebaliknya, sektor primer menjadi yang paling terpukul, anjlok 1,25 persen. Disusul oleh sektor energi yang tertekan 1,22 persen, infrastruktur 1,20 persen, non-primer 1,19 persen, dan transportasi 1,13 persen. Sektor teknologi, barang baku, properti, perindustrian, dan keuangan juga tidak luput dari koreksi, meskipun dengan persentase yang bervariasi.






Tinggalkan komentar