Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026), dengan pelemahan signifikan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini tergelincir 114,92 poin atau setara 1,61%, menutup sesi di level 7.022,29. Penurunan ini menandai hari yang berat bagi para investor di bursa saham, memicu kekhawatiran akan prospek pasar dalam jangka pendek.
Pada penutupan bursa, kondisi pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif yang meluas. Tercatat hanya 189 saham yang berhasil menguat, sementara mayoritas, yakni 569 saham, mengalami pelemahan. Sebanyak 200 saham lainnya terpantau stagnan sepanjang hari. Total nilai transaksi perdagangan mencapai Rp15,8 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 30,3 miliar saham yang berpindah tangan. Indeks-indeks lain juga turut tertekan; LQ45 anjlok 2,01% ke 713, JII merosot 2,83% ke 459, IDX30 turun 1,10% ke 387, dan MNC36 melemah 1,47% ke 300.

Kondisi sektoral mencerminkan pelemahan yang meluas di hampir seluruh lini. Mayoritas sektor berada di zona merah, meliputi energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, industri, bahan baku, properti, dan teknologi. Di tengah koreksi pasar yang dalam, hanya sektor keuangan dan kesehatan yang mampu bertahan dan mencatat penguatan, memberikan sedikit harapan di tengah tekanan jual yang masif.

Related Post
Meskipun demikian, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi top gainers, menunjukkan adanya peluang di tengah gejolak pasar. Di antaranya adalah PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISB) yang melesat 34,74% ke Rp256, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) naik 34,53% ke Rp187, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang menguat 24,78% ke Rp2.820. Para investor kini diimbau untuk lebih waspada dan cermat dalam mengambil keputusan investasi menyusul kinerja IHSG yang kurang menggembirakan ini.









Tinggalkan komentar