Cerita.co.id, Jakarta – Ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi mesin utama penggerak perekonomian Indonesia di masa depan, dengan fokus pada adaptasi dan keberlanjutan. Pemerintah Indonesia terus berupaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, kolaboratif, dan mampu bersaing di kancah global.
Langkah konkret diambil melalui kerja sama strategis dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS). Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dalam menciptakan regulasi yang mendukung pelaku ekonomi kreatif di seluruh pelosok negeri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya regulasi yang pro-ekonomi kreatif untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Related Post
Pengembangan sektor ekonomi kreatif akan dievaluasi berdasarkan empat indikator utama: jumlah tenaga kerja yang terserap, volume ekspor produk kreatif, investasi yang masuk ke sektor ini, dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Penguatan sektor ini memerlukan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan para pelaku kreatif," ungkap Riefky pada Kamis (24/7/2025).
Riefky juga memberikan apresiasi kepada GEKRAFS atas kontribusinya yang signifikan. Organisasi ini telah hadir di 38 provinsi, 250 kabupaten/kota, serta memiliki perwakilan di enam negara dengan lebih dari 38.000 anggota. GEKRAFS aktif dalam meningkatkan literasi ekonomi kreatif, menciptakan peluang usaha, dan melestarikan budaya lokal melalui produk-produk kreatif.
Ketua DPP GEKRAFS Bidang Kerja Sama, Amin Ahlun Nazar, mengakui bahwa membangun jaringan yang luas dan solid seperti GEKRAFS bukanlah perkara mudah dan tidak dapat direplikasi dalam waktu singkat.
"MoU ini menjadi momentum strategis untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif, menjadikannya landasan kebijakan, dan memastikan dampaknya dirasakan oleh masyarakat luas," pungkasnya.









Tinggalkan komentar