Cerita.co.id, TANGERANG – Kehadiran BYD Atto 1 di pasar otomotif Indonesia dengan banderol mulai dari Rp195 juta sontak memicu perbincangan hangat. Pasalnya, harga tersebut bersinggungan langsung dengan segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang selama ini menjadi primadona konsumen. Lantas, bagaimana tanggapan Daihatsu, salah satu pemain utama di pasar LCGC, mengenai potensi ancaman ini?
Tri Mulyono, Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk. Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), mengungkapkan bahwa pihaknya masih mencermati respons pasar terhadap mobil listrik, khususnya di rentang harga di bawah Rp200 juta. Menurutnya, penting untuk memahami apakah konsumen yang selama ini menjadi target LCGC, yaitu mereka yang baru beralih dari sepeda motor ke mobil, akan beralih ke mobil listrik.

"Kita masih melihat adopsi atau acceptance dari (kendaraan) elektrifikasi di bawah Rp200 jutaan itu seperti apa. Kita harus melihat lebih dahulu," ujar Tri di sela-sela GIIAS 2024, ICE BSD City, Tangerang.

Related Post
Seperti diketahui, segmen mobil dengan harga di bawah Rp200 juta memiliki daya tarik yang sangat kuat di Indonesia. Daihatsu sendiri berhasil memimpin pasar LCGC dengan pangsa pasar mencapai 41 persen, dengan Sigra sebagai model terlarisnya. Dengan hadirnya BYD Atto 1, persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin ketat, dan menarik untuk disaksikan bagaimana dinamika pasar akan terbentuk ke depannya.








Tinggalkan komentar