Cerita.co.id melaporkan, dunia otomotif kembali dihebohkan dengan capaian impresif dari produsen kendaraan listrik raksasa, BYD. Merek premiumnya, Yangwang, baru-baru ini merilis hasil uji ketahanan baterai untuk model U7 mereka yang mewah. Setelah menempuh jarak fantastis 30.000 kilometer, kesehatan baterai (battery health) mobil listrik tersebut ternyata hanya berkurang sangat minim, yakni 1,3 persen. Sebuah angka yang memukau dan patut diperhitungkan.
Pengujian ekstrem ini bukan sekadar perjalanan biasa. Dalam kurun waktu kurang dari sembilan hari, tepatnya 8 hari 19 jam, Yangwang U7 melahap puluhan ribu kilometer di Nanning, Tiongkok. Kondisi lingkungan yang dihadapi pun sangat menantang: suhu rata-rata di atas 36 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 80 persen. Selama pengujian, pendingin kabin atau AC mobil terus beroperasi pada suhu 24 derajat Celsius, menambah beban pada sistem baterai. Tak hanya itu, baterai U7 juga menjalani lebih dari 350 kali pengisian daya cepat (flash charging), sebuah proses yang seringkali dianggap dapat mempercepat degradasi baterai.
Menegaskan validitas hasil ini, General Manager Yangwang, Hu Xiaoqing, menyatakan bahwa unit yang digunakan dalam pengujian adalah mobil produksi standar yang dipilih secara acak dari diler. Ini bukan prototipe, unit khusus, apalagi kendaraan yang telah dimodifikasi, sehingga hasilnya sangat representatif untuk konsumen. Sebelum peluncuran resminya, BYD bahkan telah mengerahkan 758 unit Yangwang U7 untuk pengujian awal, dengan total jarak tempuh kumulatif mencapai 10,49 juta kilometer, menunjukkan komitmen BYD terhadap kualitas dan ketahanan.

Related Post
Capaian ini menjadi semakin relevan mengingat Tiongkok sedang memperketat standar uji ketahanan kendaraan listrik (EV). Aturan baru yang akan berlaku mulai tahun 2027 mengharuskan setiap mobil listrik menjalani pengujian reliabilitas minimal 30.000 kilometer. Hasil Yangwang U7 ini secara tidak langsung telah melampaui ekspektasi standar tersebut jauh sebelum diberlakukan, menempatkannya sebagai tolok ukur baru dalam industri.
Yangwang U7 sendiri merupakan salah satu model paling mewah dari BYD, menjadi kendaraan pertama yang mengadopsi teknologi Blade Battery 2.0 yang inovatif. Di pasar Tiongkok, sedan listrik premium ini dibanderol mulai dari sekitar Rp 1,6 miliar. Meskipun demikian, penjualan merek Yangwang secara keseluruhan masih tergolong kecil, dengan hanya 485 unit yang terpesan pada Juli lalu. Namun, dengan hasil uji ketahanan baterai yang luar biasa ini, potensi peningkatan minat konsumen terhadap lini premium BYD bisa jadi akan meningkat signifikan. Hasil pengujian ini tidak hanya membuktikan keandalan teknologi baterai BYD, tetapi juga memberikan kepercayaan lebih kepada calon pembeli mobil listrik mengenai durabilitas dan investasi jangka panjang.








Tinggalkan komentar