Cerita.co.id, Jakarta – Paddock MotoGP kembali dihebohkan dengan kabar mengejutkan yang melibatkan salah satu pembalapnya. Luca Marini, yang saat ini masih membela tim pabrikan Honda, dipastikan akan mengakhiri kontraknya lebih awal dan meninggalkan skuad Jepang tersebut pada akhir musim 2026. Adik tiri Valentino Rossi ini akan memulai babak baru dalam kariernya dengan bergabung bersama tim satelit KTM Tech3 untuk dua musim ke depan, yakni periode 2027 dan 2028.
Keputusan Marini untuk berpindah haluan ini menandai berakhirnya tiga musim kebersamaannya dengan Honda Racing Corporation (HRC). Langkah strategis ini diambil tepat saat MotoGP bersiap menyongsong era regulasi baru yang akan berlaku mulai tahun 2027, sebuah periode yang menjanjikan perubahan signifikan dalam peta persaingan dan teknologi balap. Marini sendiri sebelumnya bergabung dengan Honda pada tahun 2024 setelah dua musim bersama tim VR46 Ducati, dan disebut-sebut sebagai sosok kunci dalam upaya kebangkitan Honda di tengah masa sulit.
Dari kubu KTM Tech3, CEO Guenther Steiner menyambut hangat kedatangan Marini. Steiner mengungkapkan bahwa Marini adalah pembalap yang telah lama mereka pantau dan sangat antusias untuk menyambutnya. "Luca adalah pembalap yang terus kami amati, dan kami sangat antusias menyambutnya di Tech3 mulai 2027," ujar Steiner. Ia menambahkan, pengalaman Marini yang melimpah, ditambah dengan mentalitas serta pendekatannya yang tepat, dinilai krusial untuk proyek yang sedang dibangun Tech3. "Musim 2027 akan menjadi momen perubahan besar bagi MotoGP, jadi memiliki pembalap yang mampu berkontribusi pada kemajuan kami di era baru ini sangatlah penting," tegas Steiner, menyoroti kemampuan adaptasi Marini sebagai faktor penentu.

Related Post
Sementara itu, Honda Racing Corporation (HRC) merespons kepergian Marini dengan apresiasi. Mereka mengakui kontribusi besar pembalap berusia 28 tahun itu selama di tim. "Kerja keras Anda, masukan Anda, dan keahlian Anda telah menjadi hal yang sangat mendasar dalam membantu Honda HRC kembali ke barisan depan," tulis HRC dalam pernyataan resminya. Selama tiga musim bersama Honda, Marini memang belum berhasil meraih podium. Pencapaian terbaiknya adalah finis kelima di MotoGP Hungaria 2025, dengan sebagian besar balapan lainnya berakhir di posisi 10 besar. Ironisnya, kepergian Marini terjadi justru di saat Honda mulai menunjukkan sinyal-sinyal kemajuan setelah periode yang menantang.
Perpindahan ini tentu akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Luca Marini di tengah perubahan besar regulasi MotoGP. Dengan pengalaman dan adaptabilitasnya, ia diharapkan mampu membawa Tech3 bersaing di garis depan pada era baru balap motor paling bergengsi di dunia ini, sekaligus membuktikan potensinya di atas motor yang berbeda.






Tinggalkan komentar