Cerita.co.id melaporkan, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi MotoGP menyusul insiden di GP Catalunya. Ia secara terbuka mempertanyakan keputusan yang mengizinkan pembalap muda Pedro Acosta untuk kembali balapan, padahal dialah yang menjadi penyebab utama dikibarkannya bendera merah.
Rivola melihat adanya celah regulasi yang signifikan terkait aturan red flag. Menurutnya, sangat tidak logis jika seorang pembalap yang memicu penghentian balapan, diizinkan untuk kembali ke grid dan ikut serta dalam restart.

Insiden bermula ketika Acosta, yang kala itu sempat memimpin balapan, tiba-tiba mengalami masalah teknis pada motor KTM RC16 miliknya. Motornya mendadak melambat drastis di tengah lintasan, menciptakan situasi berbahaya yang berujung pada kecelakaan beruntun di belakangnya. Kondisi ini memaksa Race Direction untuk segera mengibarkan bendera merah dan menghentikan jalannya balapan.

Related Post
Meskipun menjadi pemicu insiden tersebut, pembalap asal Spanyol itu justru diizinkan kembali ke grid untuk melakukan restart. Celah regulasi inilah yang dikritik keras oleh Rivola.
"Saya tidak sedang mengkritik Race Direction, karena pendekatan seperti ini memang sudah sering diambil sebelumnya," ujar Rivola, seperti dikutip dari Motorsport.com. "Namun, kita semua harus mulai merenungkan hal ini. Saya rasa seorang pembalap yang—karena satu dan lain hal, bahkan karena alasan di luar kendali mereka seperti masalah teknis—menyebabkan red flag, seharusnya tidak diizinkan ikut balapan lagi," tegasnya.
Rivola menegaskan bahwa kritiknya tidak memiliki sentimen pribadi terhadap Acosta. Pria asal Italia itu hanya ingin regulasi MotoGP jauh lebih adil dan logis ke depannya. "Saya tidak punya masalah apa pun dengan Pedro. Tapi saya pikir ada beberapa hal yang harus ditinjau ulang," lanjutnya. "Jika Acosta tidak diizinkan ikut restart, itu tidak akan merugikan siapa pun. Balapan akan berjalan normal seperti biasanya (jika tidak ada red flag)."
Lebih lanjut, Rivola juga menyoroti keanehan regulasi yang bergantung pada momentum waktu. Menurutnya, Acosta hanya "beruntung" karena red flag langsung keluar saat itu juga. "Jika red flag baru keluar satu lap setelah mesin Pedro jebol, dia tidak akan bisa ikut start ulang. Karena aturan menyatakan pembalap harus kembali ke pit bersama motornya. Jadi, mengizinkan dia kembali ke grid padahal dia yang memicu red flag, meski tanpa sengaja, menurut saya tidak benar," pungkasnya.
Di sisi lain, Pedro Acosta sendiri mengaku kehilangan kendali gas secara mendadak. "Sepertinya kami mengalami masalah elektrik di tengah balapan pertama. Saya berkendara normal, lalu tiba-tiba saja gasnya tidak berfungsi," ungkap Acosta. Ia juga menyampaikan simpatinya kepada para pembalap yang menjadi korban dalam insiden beruntun tersebut. "Saya hanya ingin mengirimkan doa dan kekuatan untuk Alex Marquez dan Johann Zarco, karena tampaknya mereka yang menerima dampak terburuk dari apa yang terjadi hari ini."
Adapun balapan GP Catalunya sendiri sempat diwarnai red flag kedua akibat kecelakaan Johann Zarco di Tikungan 1. Setelah restart terakhir yang menyisakan 12 lap, Acosta sempat memimpin selama 9 lap sebelum performanya merosot. Sial bagi Acosta, ia akhirnya gagal finis setelah terjatuh di tikungan terakhir akibat kontak dengan Ai Ogura.









Tinggalkan komentar