Cerita.co.id – Sosok Haji Bustaman, besan dari pengusaha ternama Haji Isam, kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena relasi kekeluargaannya, namun juga berkat imperium kuliner yang ia bangun dari nol: Restoran Padang Sederhana. Jejak kekayaan dan kesuksesan Haji Bustaman adalah cerminan dari kegigihan dan visi bisnis yang tajam, menjadikannya salah satu pengusaha kuliner paling berpengaruh di Indonesia.
Cikal bakal usaha Restoran Padang Sederhana dimulai pada tahun 1972. Kala itu, Haji Bustaman memulai langkahnya dengan menyewa lapak sederhana di Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta. Informasi yang dihimpun Cerita.co.id menyebutkan, biaya sewa lapak pertamanya adalah Rp3.000 per bulan. Namun, dengan menyewa dua lapak sekaligus, ia mendapatkan diskon menjadi Rp5.000 per bulan, sebuah keputusan cerdas di awal perjalanannya. Lapak inilah yang kemudian menjadi fondasi bagi jaringan restoran yang kini tersebar luas.

Haji Bustaman, yang lahir pada April 1942, memiliki strategi unik dalam mengembangkan usahanya. Ia selalu berupaya menyesuaikan cita rasa masakannya dengan selera mayoritas masyarakat, salah satunya dengan mengurangi tingkat kepedasan. Inovasi ini terbukti efektif menarik lebih banyak pelanggan. Salah satu kreasi kuliner ikoniknya yang hingga kini digemari adalah Ayam Pop.

Related Post
Langkah strategisnya tidak berhenti di situ. Pada tahun 1997, Haji Bustaman mematenkan merek dagang "Sederhana" ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual, kemudian mengembangkan sistem waralaba. Untuk memperkuat perlindungan merek dan ekspansi bisnisnya, ia mendirikan perusahaan berbadan hukum PT Sederhana Abadanmitra pada tahun 2000. Saat ini, lebih dari 200 gerai Restoran Padang Sederhana telah tersebar di berbagai kota di Indonesia dan bahkan merambah Malaysia, menjangkau hampir seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Papua. Ini menunjukkan betapa jauh perjalanan bisnis yang dimulai dari sebuah lapak kecil di pasar Benhil.









Tinggalkan komentar