Cerita.co.id – Dunia balap motor Grand Prix akan mengalami perubahan signifikan di kelas Moto3. Yamaha Motor Co., Ltd. secara resmi ditunjuk sebagai pemasok tunggal mesin dan motor untuk kejuaraan Moto3, sebuah langkah revolusioner yang akan dimulai pada musim balap 2028 dan berlangsung hingga 2033.
Penunjukan ini menandai era baru bagi kelas junior tersebut, yang saat ini mengandalkan mesin 250 cc dari beberapa pabrikan, dengan prototipe utama disuplai oleh Honda dan KTM. Dengan masuknya Yamaha, seluruh motor, termasuk sasis dan mesin, akan diseragamkan dari satu produsen.
Yamaha akan memperkenalkan platform mesin CP2 yang terkenal, sebuah unit dua silinder segaris berkapasitas 689 cc. Mesin ini jauh lebih besar dibandingkan konfigurasi satu silinder 250 cc yang digunakan saat ini. Tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk mencapai rasio power-to-weight yang jauh lebih unggul, menjanjikan performa yang lebih mendebarkan di lintasan.

Related Post
Mesin CP2 ini sudah terbukti ketangguhannya di berbagai model jalan raya Yamaha seperti YZF-R7, MT-07, XSR700, dan Tenere 700. Sebagai gambaran, pada Yamaha R7 versi jalan raya, mesin ini mampu menghasilkan sekitar 75 daya kuda pada putaran mesin di bawah 9.000 rpm, dengan karakteristik poros engkol 270 derajat yang memberikan sensasi berkendara yang khas dan berbeda dari mesin satu silinder Moto3 yang ada.
Keputusan strategis untuk menjadikan Moto3 sebagai kejuaraan bermesin tunggal dari Yamaha, menurut CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpelata, didasari oleh keinginan kuat untuk mengendalikan dan mengurangi biaya operasional tim. Ini adalah langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan dan aksesibilitas kelas ini bagi para pembalap muda.
Ezpelata menjelaskan, "Pengalaman telah membawa kami pada pemahaman… bahwa Moto2 dan Moto3 ada di sini, satu untuk produk fantastis di lintasan bagi kita semua. Tetapi untuk mengembangkan bakat dan jalur menuju MotoGP. Dan cara terbaik untuk melakukan itu adalah dalam lingkungan biaya yang terkendali. Satu-satunya cara nyata untuk melakukan itu adalah dengan pemasok tunggal."
Konsep pemasok tunggal di ajang Grand Prix bukanlah hal baru. Kelas Moto2 telah menerapkan model serupa sejak 2019, dengan Triumph sebagai pemasok mesin eksklusif. Namun, perbedaan mendasar terletak pada Moto3 yang akan datang: jika Moto2 masih memperbolehkan berbagai produsen sasis, Moto3 mulai 2028 akan sepenuhnya mengandalkan Yamaha untuk mesin dan sasisnya, menciptakan lingkungan yang lebih seragam dan kompetitif.
Meskipun detail spesifik mengenai motor Yamaha Moto3 ini masih dirahasiakan, pengenalan resmi prototipe dijadwalkan pada tahun 2027. Perubahan ini diharapkan tidak hanya menekan biaya, tetapi juga meningkatkan daya saing dan menjadi jembatan yang lebih efektif bagi talenta muda menuju kelas utama MotoGP.









Tinggalkan komentar