Cerita.co.id – Sirkuit Mugello kembali menjadi saksi bisu perjuangan berat tim pabrikan Yamaha di ajang MotoGP. Hasil mengecewakan pada seri MotoGP Italia akhir pekan lalu tak hanya menyoroti performa YZR-M1 yang masih tertinggal, namun juga memicu rasa frustrasi mendalam dari salah satu pebalap andalannya, Alex Rins.
Dominasi pabrikan Eropa seperti Ducati, Aprilia, dan KTM semakin terasa, sementara Yamaha justru terseok-seok mencari ritme terbaik. Alex Rins memang menjadi pebalap Yamaha dengan posisi kualifikasi terbaik, namun hanya mampu menempati urutan ke-12. Rekan setimnya, Fabio Quartararo, bahkan harus puas di posisi 17, disusul Jack Miller di urutan 16, dan pebalap debutan Toprak Razgatlioglu di posisi 20.

Situasi tak banyak berubah di sesi Sprint Race maupun balapan utama. Jack Miller menjadi wakil tercepat Yamaha di posisi ke-15, diikuti Toprak di P16. Quartararo finis di urutan ke-18, sementara Alex Rins gagal menyelesaikan balapan utama, menambah panjang daftar kekecewaan tim Garpu Tala.

Related Post
Kelemahan fundamental pada motor YZR-M1 menjadi sorotan utama. Alex Rins, pebalap Monster Energy Yamaha, tak menutupi kekecewaannya usai Sprint Race. Dilansir dari laporan Crash, Rins secara gamblang mengungkapkan masalah krusial yang dialami motornya.
"Masalahnya ada di grip belakang, grip depan, kemampuan berbelok. Motor ini terasa sangat berat," keluh Rins. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa motor Yamaha masih kesulitan di berbagai aspek vital, terutama di sirkuit seperti Mugello yang menuntut keseimbangan sempurna antara tenaga dan kelincahan menikung.
Karakteristik Mugello dengan tikungan cepat dan perubahan arah yang konstan memang menjadi momok bagi motor yang kurang lincah. Rins mengakui bahwa kondisi tersebut membuatnya kesulitan sepanjang akhir pekan, bahkan mengkhawatirkan daya tahannya untuk balapan utama yang lebih panjang.
"Saya tidak tahu bagaimana saya akan menjalani balapan besok. Tangan saya sudah hancur sejak hari ini. Balapan besok akan sangat berat," ujarnya, menggambarkan betapa melelahkannya mengendalikan YZR-M1.
Padahal, Rins sempat menunjukkan tanda-tanda positif di hari pertama latihan bebas, berhasil menembus sepuluh besar dan lolos langsung ke Kualifikasi Kedua (Q2). Namun, harapan itu sirna saat sesi penentuan posisi start. Ia harus puas berada di posisi paling belakang di Q2, atau urutan ke-12 secara keseluruhan.
"Hari ini kami memperbaiki catatan waktu dibanding kemarin. Tetapi setelah percobaan pertama, saya masuk ke garasi dan melihat catatan 1 menit 45 detik di layar," tutur Rins. "Saya pikir itu cukup bagus, tetapi ternyata saya berada di posisi terakhir. Saat melihatnya saya benar-benar terkejut."
Perasaan frustrasi ini memuncak karena Rins merasa telah mengerahkan seluruh kemampuannya. "Itu sangat sulit untuk saya terima karena saya sudah mendorong motor sekeras mungkin. Saya selalu memberikan kemampuan maksimum," tegasnya.
"Saya merasa cukup nyaman di sirkuit ini dan saya bisa membuat sedikit perbedaan dibanding rekan-rekan setim saya. Tetapi ketika Anda sudah memberikan segalanya dan tetap berada di posisi terakhir, itu sangat membuat frustrasi," lanjutnya, menyoroti jurang antara usaha dan hasil.
Dengan dominasi pabrikan lain yang semakin kokoh, tantangan bagi Yamaha dan Alex Rins di sisa musim ini akan semakin berat. Perbaikan signifikan pada YZR-M1 menjadi keharusan mutlak jika mereka ingin kembali bersaing di barisan depan MotoGP.








Tinggalkan komentar