Saham Terjun Bebas Investor Wajib Tahu

Saham Terjun Bebas Investor Wajib Tahu

Cerita.co.id, Jakarta – Pekan ini, sentimen negatif menyelimuti pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok signifikan, mencapai level 7.585. Kondisi ini tak pelak menyeret sejumlah emiten ke zona merah, bahkan beberapa di antaranya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Menurut data yang dihimpun oleh Cerita.co.id pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 15:10 WIB, setidaknya ada sepuluh saham yang menjadi penghuni daftar top losers.

Di antara deretan saham yang terpuruk, PT MD Entertainment Tbk (FILM) menempati posisi puncak sebagai emiten dengan koreksi harga paling tajam. Saham FILM melorot hingga 47,38 persen, membuat harganya anjlok dari Rp8.400 menjadi hanya Rp4.420 per lembar. Penurunan drastis ini tentu menjadi perhatian serius bagi para investor yang memegang portofolio di sektor hiburan. Tak hanya FILM, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga tak luput dari tekanan jual. Saham MDIA menyusut 30,95 persen, dari Rp84 menjadi Rp58. Meskipun penurunannya tidak sebesar FILM, angka tersebut tetap menunjukkan pelemahan yang signifikan di tengah gejolak pasar.

Saham Terjun Bebas Investor Wajib Tahu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data statistik resmi dari Bursa Efek Indonesia yang dihimpun Cerita.co.id menunjukkan bahwa selain FILM dan MDIA, beberapa emiten lain juga mengalami tekanan jual yang masif. Dari daftar 10 saham paling tertekan, lima di antaranya menunjukkan penurunan sebagai berikut:

COLLABMEDIANET
  1. PT MD Entertainment Tbk (FILM) merosot 47,38% ke Rp4.420
  2. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) menyusut 40,78% ke Rp167
  3. PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) melemah 37,14% ke Rp176
  4. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) tergelincir 36,55% ke Rp1.250
  5. PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) tertekan 36,17% ke Rp300

Pelemahan ini tentu menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, terutama di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi. Analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan dan sentimen pasar menjadi krusial untuk menghadapi dinamika yang terjadi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar