Rupiah Terjun Bebas Guncang Pasar

Rupiah Terjun Bebas Guncang Pasar

Cerita.co.id melaporkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali terperosok tajam pada penutupan perdagangan Selasa, 15 September 2026. Mata uang Garuda kehilangan 25 poin atau setara 0,14 persen, hingga menyentuh angka Rp17.694 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh serangkaian sentimen negatif dari kancah global, terutama gejolak geopolitik yang memanas di Timur Tengah.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa salah satu pemicu utamanya adalah eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran melancarkan serangan lanjutan terhadap Arab Saudi pada hari Senin, sekaligus memperkuat posisi mereka di titik-titik strategis sepanjang Laut Merah. Penguatan ini, khususnya di sekitar Selat Bab al-Mandab, menimbulkan kekhawatiran besar akan potensi gangguan terhadap jalur pelayaran dan pasokan minyak global.

Rupiah Terjun Bebas Guncang Pasar
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Serangan Houthi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas di Arab Saudi, semakin mengancam ekspor minyak negara itu setelah insiden serupa pekan sebelumnya melumpuhkan operasional pipa minyak lintas-negara. Ofensif ini tidak hanya membuka front baru dalam konflik regional, tetapi juga memicu kekhawatiran analis bahwa gangguan pasokan minyak global dapat mencapai 4-5 persen.

COLLABMEDIANET

Di tengah situasi ini, prospek dialog mengenai Selat Hormuz juga menemui jalan buntu. Oman pada hari Minggu menunda pertemuan penting antara Iran dan negara-negara Teluk yang sedianya membahas pembukaan kembali selat strategis tersebut. Iran secara tegas menyatakan tidak akan ada pembicaraan dengan Amerika Serikat sebelum syarat-syarat mereka terpenuhi, termasuk tuntutan agar AS mematuhi ketentuan gencatan senjata bulan Juni yang kini sudah tidak berlaku. Klaim Presiden AS Donald Trump tentang keinginan Iran untuk berdamai pun dibantah keras oleh Teheran, menegaskan kebuntuan diplomatik yang semakin dalam.

Kombinasi kompleks antara agresi militer dan kebuntuan diplomatik di kawasan vital ini menciptakan tekanan signifikan pada pasar keuangan global, termasuk rupiah, mencerminkan kerentanan mata uang terhadap dinamika geopolitik yang terus bergejolak.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar