Rebutan Tahta Mobil RI

Lanskap industri otomotif Indonesia tak pernah statis, selalu menyajikan drama pergeseran dominasi yang menarik untuk disimak. Dari cengkeraman pabrikan Amerika dan Eropa, beralih ke era keemasan Jepang, kini gelombang baru dari China mulai mengguncang peta kekuatan. Cerita.co.id menelusuri fenomena ini, yang bukan sekadar tren sesaat, melainkan refleksi dari evolusi kebutuhan konsumen, daya beli, hingga lompatan teknologi.

Menurut Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, sebelum era 1930-an, transportasi didominasi kuda sebelum Ford memperkenalkan kendaraan bermotor. Kemudian, saat merek Jepang pertama kali merambah pasar Indonesia sekitar tahun 1970-an, banyak yang skeptis. Kendaraan mereka dicap ‘mobil kaleng’ karena harganya yang terjangkau dan material yang dianggap kurang tangguh. Namun, keraguan itu sirna seiring waktu. Desain yang unik, teknologi yang relevan, dan harga yang kompetitif membuat Toyota, Honda, dan Daihatsu dengan cepat mengambil alih dominasi, memenuhi jalanan Indonesia dan diterima secara global.

Rebutan Tahta Mobil RI
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kini, sejarah seolah berulang, namun dengan aktor dan teknologi yang berbeda. Gelombang produsen China hadir dengan kekuatan utama mereka: kendaraan listrik (EV). Popularitas EV dari China meroket, tidak hanya di pasar domestik mereka yang masif dengan 30 juta unit, tetapi juga merambah agresif ke pasar Asia dan Eropa. Mereka menawarkan alternatif yang segar, seringkali dengan fitur canggih dan harga yang menarik, menantang hegemoni yang telah lama dipegang merek Jepang.

COLLABMEDIANET

Meski demikian, Kukuh Kumara optimis bahwa produsen Jepang tidak akan sepenuhnya tergusur. Ia memprediksi bahwa yang akan terjadi adalah sebuah ‘keseimbangan brand’. Konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan, di mana kendaraan konvensional tetap eksis sembari mengadopsi teknologi modern. "Tidak kemudian menggantikan dan (brand lama) hilang sama sekali," tegas Kukuh. Ia menambahkan, untuk bisa diterima di kancah global, banyak merek China juga melakukan adopsi teknologi atau merger dengan entitas yang sudah ada, bukan sepenuhnya memulai dari nol.

Pergeseran ini menandai babak baru dalam industri otomotif Tanah Air, di mana inovasi dan adaptasi menjadi kunci. Pasar yang semakin beragam ini menjanjikan kompetisi yang lebih ketat dan pilihan yang lebih kaya bagi konsumen Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar