Cerita.co.id melaporkan, sebanyak 6.700 ton biomassa jenis cangkang sawit telah dikirim dari Berau menuju PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengiriman masif ini merupakan bagian dari upaya PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) untuk mencapai target ambisius pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton pada tahun ini. Langkah ini menegaskan komitmen PLN dalam mendukung transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa pengiriman 6.700 ton cangkang sawit dalam satu kali angkut ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Sebelumnya, rekor dipegang oleh pengiriman 5.600 ton biomassa jenis serbuk kayu (sawdust) ke PLTU Tanjung Awar-awar Tuban. "Ini adalah pengiriman terbesar. Saya sangat berharap ini menjadi momentum awal yang baik untuk mencapai target 3,65 juta ton yang telah kami tetapkan untuk tahun ini," ujar Hokkop di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Hokkop, cangkang sawit dipilih karena merupakan salah satu jenis biomassa premium, sejajar dengan wood pellet. Kandungan kalori cangkang sawit yang tinggi, bahkan hampir setara dengan batu bara, menjadikannya sangat ideal untuk program cofiring di PLTU. Kualitas mumpuni ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kontribusi biomassa dalam campuran bahan bakar pembangkit listrik.

Related Post
Selain kualitas biomassa, strategi pengiriman juga menjadi kunci. Penggunaan tongkang untuk mengangkut biomassa sangat sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Hampir seluruh PLTU milik PLN memiliki akses via perairan dan dilengkapi dengan dermaga (jetty) sendiri. Metode transportasi laut ini juga memungkinkan pengangkutan volume yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jalur darat, mempercepat pencapaian target pasokan dan efisiensi logistik secara keseluruhan.








Tinggalkan komentar