Pikap Impor Padahal Lokal Mampu

Dana Sulistiyo

Pikap Impor Padahal Lokal Mampu

Cerita.co.id melaporkan, polemik impor kendaraan komersial kembali mencuat setelah PT Agrinas Pangan Nusantara mendatangkan 105 ribu unit mobil pikap dan light truck dari India. Kendaraan-kendaraan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, langkah tersebut sontak menuai respons keras dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menegaskan bahwa kapasitas produksi dalam negeri jauh melampaui angka impor tersebut dan mampu memenuhi kebutuhan domestik.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa keputusan impor diambil setelah pihaknya mengadakan pertemuan dengan sejumlah pabrikan pikap lokal, baik dari Jepang maupun Tiongkok, namun tidak mencapai kata sepakat. Ia menyoroti model populer seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max, yang menurutnya, kapasitas produksi pikap 4×2 mereka saat ini hanya sekitar 100-120 ribu unit per tahun dan sebagian besar telah terserap oleh sektor lain. Sementara itu, kebutuhan sektor pertanian yang tengah tumbuh pesat berkat subsidi pemerintah, membutuhkan pasokan yang lebih besar.

Pikap Impor Padahal Lokal Mampu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di sisi lain, Gaikindo bersama seluruh anggotanya menyuarakan keberatan. Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan bahwa secara keseluruhan, industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi pikap yang mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Angka ini, menurut Gaikindo, lebih dari cukup untuk memenuhi seluruh permintaan dan kebutuhan di dalam negeri.

COLLABMEDIANET

Anton menambahkan, apabila seluruh kebutuhan domestik dipenuhi murni oleh industri otomotif Indonesia, dampaknya akan sangat masif. Bukan hanya bagi anggota Gaikindo, melainkan seluruh ekosistem industri otomotif nasional, dari hulu hingga hilir. Satu unit mobil, jelasnya, tersusun dari lebih 20.000 komponen yang melibatkan berbagai bahan baku seperti besi baja, kaca, karet, plastik, dan fabrik. Komponen-komponen ini diproduksi dan dirakit oleh ribuan perusahaan komponen di dalam negeri, termasuk Industri Kecil Menengah (IKM), yang secara langsung menopang jutaan tenaga kerja.

"Kami dari industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial demi memenuhi beragam kebutuhan usaha di dalam negeri. Oleh karena itu, kami memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kapasitas untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan kendaraan komersial di Indonesia," ujar Anton Kumonty dalam keterangannya belum lama ini.

Gaikindo, bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), mendesak pemerintah untuk memberikan kesempatan penuh kepada industri dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan kendaraan komersial ini. Keterlibatan industri lokal tidak hanya akan mengoptimalkan kapasitas produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan lapangan kerja bagi sekitar 1,5 juta pekerja yang terlibat dalam seluruh rantai pasok industri.

Gaikindo berpendapat, sudah sepatutnya industri otomotif Indonesia mendapatkan prioritas untuk memenuhi seluruh permintaan dalam negeri. Saat ini, Gaikindo mencatat 61 perusahaan otomotif sebagai anggotanya. Beberapa di antaranya yang memproduksi kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pikap adalah PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (Mitsubishi), PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.

Industri otomotif nasional juga telah membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan platform kendaraan komersial pikap menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV) yang sangat digemari dan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Kapasitas inovasi dan adaptasi ini menjadi bukti nyata bahwa industri lokal siap dan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara mandiri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar