Pelajaran Mahal Calya Terguling

Dana Sulistiyo

Pelajaran Mahal Calya Terguling

Cerita.co.id – Sebuah insiden lalu lintas dramatis terekam kamera pengawas di pintu keluar Tol Parungkuda, Sukabumi, baru-baru ini. Sebuah Toyota Calya yang melaju dengan kecepatan tinggi kehilangan kendali, melintir hebat, menabrak pembatas jalan, dan akhirnya terguling. Kecelakaan ini tidak hanya menghebohkan, tetapi juga menyeret dua kendaraan lain dalam insiden tersebut, menjadi pengingat keras akan bahaya berkendara ugal-ugalan.

Rekaman video CCTV yang beredar luas menunjukkan detik-detik mengerikan saat Calya berwarna putih itu, tanpa mengurangi kecepatan signifikan, tiba-tiba oleng setelah keluar dari jalur tol. Mobil tersebut kemudian menghantam keras pembatas jalan, terpental, dan dalam kondisi terbalik menabrak sebuah Honda HR-V serta satu mobil lainnya yang tidak disebutkan identitasnya. Diduga kuat, kecepatan tinggi saat keluar tol menjadi pemicu utama hilangnya kendali pengemudi.

Pelajaran Mahal Calya Terguling
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Beruntung, insiden nahas ini tidak menelan korban jiwa. Namun, lima orang dilaporkan mengalami luka ringan dan segera mendapatkan penanganan medis. Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa unit laka lantas telah menangani kasus ini dengan cepat. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujarnya singkat, mengonfirmasi penanganan di lokasi.

COLLABMEDIANET

Kecelakaan ini sontak menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan penting mengenai keselamatan berkendara, khususnya saat keluar dari jalan tol. Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyoroti beberapa kebiasaan fatal yang kerap dilakukan pengemudi dan berpotensi memicu insiden serupa.

Menurut Sony, salah satu kesalahan umum adalah kecenderungan pengemudi untuk terlambat mengerem setelah menempuh perjalanan panjang di tol. "Ketika gerbangnya keluar tol, mereka selalu terlambat ngerem akibat kelelahan setelah melewati perjalanan yang panjang," jelas Sony saat dihubungi Cerita.co.id, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, penting bagi pengendara untuk selalu mengurangi kecepatan, terutama sebelum memasuki tikungan. Tikungan seringkali menjadi titik rawan karena kondisi jalan yang tidak selalu mulus, seperti adanya debu, tumpahan bahan bakar, hingga kerusakan akibat kendaraan berat yang melintas. Kondisi permukaan jalan yang licin atau tidak rata dapat dengan mudah membuat kendaraan kehilangan traksi jika dipacu dalam kecepatan tinggi.

Tak hanya itu, tekanan angin ban juga memainkan peran krusial. Sony mengingatkan bahwa tekanan ban yang berlebihan (over-inflated) setelah perjalanan panjang dapat mengurangi daya cengkeram ban, khususnya saat bermanuver di tikungan. "Masalah ban yang over inflated setelah perjalanan panjang, sehingga gripnya kurang khususnya di tikungan dan membuat kendaraan mudah overshoot," terangnya, menekankan bahaya kehilangan traksi.

Insiden Calya di Parungkuda ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengendara akan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan. Mengurangi kecepatan di titik-titik rawan, memperhatikan kondisi ban, serta tidak memaksakan diri saat lelah adalah kunci untuk menghindari tragedi serupa di jalan raya. Keselamatan adalah prioritas utama, bukan kecepatan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar