Cerita.co.id melaporkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terang-terangan meminta raksasa otomotif Toyota untuk memindahkan pabrik utamanya dari Thailand ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Purbaya menjanjikan "insentif apa pun yang diminta" sebagai daya tarik utama, sebuah tawaran yang berpotensi mengubah lanskap industri otomotif nasional.
Pernyataan bombastis ini dilontarkan Purbaya saat menjadi pembicara kunci dalam Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) yang berlangsung di ICE BSD, Selasa (4/7/2026). Di hadapan para pelaku industri, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung Toyota, asalkan relokasi pabrik utama tersebut terealisasi. "Kami akan memberikan dukungan penuh untuk Toyota, namun pindahkan pabrik utama Anda di Thailand ke Indonesia, saya akan berikan insentif apa pun yang kalian minta," tegas Purbaya, mengutip pernyataannya.
Meski Toyota telah memiliki lima pabrik perakitan di Indonesia, dengan dua di Sunter dan tiga di Karawang, Purbaya mengisyaratkan bahwa ambisinya lebih besar. Ia bahkan sempat melontarkan gurauan mengenai potensi penerapan pajak tinggi jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menarik investasi strategis ini. "Sudah puluhan tahun mereka tidak akan mau. Tapi kalau ke depan Anda mau lagi, saya akan kasih insentif banyak," tambahnya, menyiratkan negosiasi jangka panjang.

Related Post
Menanggapi permintaan berani tersebut, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, memberikan penjelasan. Nandi memaparkan bahwa pabrik Toyota di Thailand saat ini fokus memproduksi unit kendaraan komersial jenis pick-up truk. Ekosistem pendukung untuk produksi pick-up, termasuk jaringan pemasok, telah terbentuk kuat di Negeri Gajah Putih tersebut. Situasi ini kontras dengan pasar Indonesia yang lebih didominasi oleh model Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV).
"Karena ekosistem ada di mereka, supplier terpusat di sana. Bukan berarti kita tidak bisa, tapi kalau ada kebijakan tertentu dari pemerintah ya kita ikuti," jelas Nandi, membuka ruang diskusi. Ia menambahkan bahwa pihak Toyota akan mempertimbangkan secara matang kemungkinan relokasi atau pendirian pabrik baru di Indonesia. "Kita pikirkan ya, kita pikirkan dulu soalnya kan yang paling penting ekosistem. Kalau kita bisa bawa ekosistemnya ke sini ya lebih baik," pungkas Nandi, menekankan pentingnya pembangunan ekosistem industri yang komprehensif sebagai kunci utama keputusan investasi.









Tinggalkan komentar