Cerita.co.id – Peluncuran Ferrari Luce EV, mobil listrik perdana dari pabrikan kuda jingkrak, sontak mengguncang dunia otomotif. Bukan karena inovasi teknologinya semata, melainkan desainnya yang dianggap "nyeleneh" dan jauh menyimpang dari identitas klasik Ferrari yang telah melegenda. Kritikan pedas langsung menghujani, memicu pertanyaan besar di kalangan penggemar dan pakar: siapa sebenarnya arsitek di balik tampilan kontroversial mobil senilai Rp 12 miliar ini?
Ternyata, otak di balik desain radikal Luce EV bukanlah tim internal Ferrari. Melainkan LoveFrom, sebuah studio desain ternama yang didirikan oleh duo maestro Jony Ive dan Marc Newson. Nama keduanya tidak asing lagi di telinga publik, mengingat rekam jejak mereka yang sukses merancang produk ikonik seperti iPhone dan Apple Watch. Sentuhan khas mereka terlihat jelas pada "glass house" Luce EV yang super bersih, sayap aerodinamis yang seolah melayang di bagian depan dan belakang, serta pintu baris kedua dengan gaya suicide doors yang mengingatkan pada kemewahan Rolls-Royce. Tak hanya itu, Luce EV juga memamerkan velg raksasa berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang, menjadikannya yang terbesar yang pernah terpasang pada mobil jalan raya Ferrari.

Reaksi negatif terhadap desain ini tidak hanya datang dari publik dan media. Mantan bos Ferrari, Luca Di Montezemolo, hingga Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, turut menyuarakan kekecewaan mereka. Mereka berpendapat bahwa Luce EV telah kehilangan "ruh" Ferrari yang selama ini identik dengan mesin buas, suara menggelegar, dan desain emosional yang memukau. Banyak yang merasa desain ini terlalu jauh menyimpang dari DNA supercar eksotis Italia yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Related Post
Gelombang "design hate" ini berdampak langsung pada performa saham Ferrari. Setelah peluncuran resmi kendaraan, saham perusahaan sempat anjlok sekitar 8 persen di bursa Milan. Para analis pasar sepakat bahwa penurunan ini sebagian besar dipicu oleh ketidakpuasan publik dan investor terhadap estetika Luce EV. Menariknya, meskipun desainnya dikerjakan oleh pihak ketiga, Ferrari memastikan bahwa seluruh komponen kendaraan dibuat secara mandiri (in-house). Langkah ini diambil demi menjaga kualitas perbaikan di masa depan dan melindungi nilai jual kembali kendaraan, sebuah komitmen yang tetap dipegang teguh oleh Maranello di tengah badai kritik.








Tinggalkan komentar