Cerita.co.id melaporkan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) telah melonjak signifikan, mencapai USD117,31 per barel pada April 2026. Angka ini diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menandai kenaikan drastis dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat USD102,26 per barel pada Maret 2026.
Lonjakan ini bukan sekadar kenaikan biasa; ia menandai pencapaian level harga tertinggi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Lebih jauh lagi, harga ICP saat ini memperlebar jurang perbedaan yang mencolok dengan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yang sebelumnya ditetapkan pada angka USD70 per barel. Kesenjangan ini berpotensi membawa implikasi signifikan terhadap proyeksi keuangan negara, khususnya terkait penerimaan dan belanja di sektor energi.

Penetapan harga ICP untuk April ini secara resmi diatur melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Dokumen penting tersebut, yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada tanggal 13 Mei 2026, secara eksplisit menyatakan, "Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan April 2026 ditetapkan sebesar USD117,31 per barel."

Related Post
Lebih rinci lagi, merujuk pada Keputusan Menteri tersebut, jenis minyak mentah utama yang mencatat harga tertinggi adalah Banyu Urip. Dengan formula Dated Brent ± Alpha Banyu Urip, harga untuk jenis ini dipatok mencapai USD125,13 per barel, menunjukkan kekuatan pasar yang luar biasa pada periode tersebut. Situasi ini menggarisbawahi dinamika pasar energi global yang terus bergejolak, memberikan tantangan sekaligus peluang bagi perekonomian nasional.










Tinggalkan komentar