Cerita.co.id, Semarang – Dunia otomotif kembali dikejutkan dengan inovasi brilian dari kalangan akademisi. Kali ini, giliran mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang berhasil merancang dan mengembangkan prototipe mobil listrik bertenaga surya, sebuah terobosan yang digadang-gadang menjadi solusi transportasi masa depan yang ramah lingkungan.
Kendaraan revolusioner ini, buah karya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Unissula, dirancang untuk sepenuhnya memanfaatkan energi matahari. Panel surya yang terpasang pada bodi mobil akan menangkap sinar matahari, mengubahnya menjadi listrik, dan menyimpannya dalam sistem baterai canggih. Dengan demikian, mobil ini dapat beroperasi tanpa setetes pun bahan bakar minyak, menghilangkan emisi gas buang yang berbahaya.
Dalam uji coba yang dilakukan di lingkungan kampus Unissula, prototipe ini menunjukkan performa menjanjikan. Dilengkapi dengan baterai berkapasitas 48 Volt, mobil ini mampu beroperasi secara kontinu selama lebih dari lima jam dalam sekali pengisian penuh. Kecepatan maksimal yang dapat dicapai mencapai 20 kilometer per jam, menjadikannya pilihan ideal untuk mobilitas dalam kota atau area kampus yang membutuhkan efisiensi dan keheningan.

Related Post
Pengembangan mobil tenaga surya ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan bagian integral dari visi riset dan inovasi teknologi Unissula dalam menjawab tantangan transisi energi global. Para akademisi dan mahasiswa melihat potensi besar energi matahari sebagai alternatif berkelanjutan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus menekan jejak karbon secara signifikan.
Para kreator muda ini menaruh harapan besar agar teknologi kendaraan berbasis energi bersih ini dapat terus disempurnakan dan diaplikasikan secara lebih luas di masa mendatang. Kehadiran mobil listrik tenaga surya dari Unissula ini menjadi bukti konkret bahwa inovasi dari lingkungan perguruan tinggi mampu melahirkan solusi nyata dan transformatif bagi kebutuhan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.









Tinggalkan komentar