Kesalahan Fatal Pakai BBM Salah di Mobil Hybrid

Kesalahan Fatal Pakai BBM Salah di Mobil Hybrid

Cerita.co.id – Kepemilikan mobil hybrid kini semakin menjamur di jalanan Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan efisiensi energi. Namun, di balik kecanggihan teknologi mesin ganda yang memadukan mesin bensin dan motor listrik, terdapat satu aspek krusial yang sering kali diabaikan oleh para pemiliknya, yakni pemilihan jenis bahan bakar atau Fuel Quality.

Banyak pengguna yang mengira bahwa karena mobil hybrid sangat irit, mereka bisa menggunakan jenis bahan bakar apa saja yang tersedia di SPBU. Padahal, kesalahan dalam memilih angka oktan atau Research Octane Number (RON) dapat berakibat fatal bagi kesehatan mesin jangka panjang.

Kesalahan Fatal Pakai BBM Salah di Mobil Hybrid
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Secara teknis, mobil hybrid modern, seperti yang diproduksi oleh Toyota, menggunakan sistem pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) yang sangat mutakhir. Teknologi seperti Dual Variable Valve Timing-intelligent (Dual VVT-i) dirancang untuk bekerja dengan presisi tinggi. Mesin jenis ini umumnya memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai angka di atas 13:1. Dengan rasio setinggi itu, mesin sangat membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan minimal di atas 90 agar proses pembakaran berjalan sempurna.

COLLABMEDIANET

Jika Anda nekat menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah, risiko utama yang akan muncul adalah fenomena knocking atau suara mesin yang terdengar seperti bunyi "ngelitik". Hal ini terjadi karena bahan bakar dengan oktan rendah cenderung terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api sesuai siklus kerja mesin. Akibatnya, terjadi ledakan prematur di dalam ruang bakar yang tidak terkendali.

Dampak dari knocking ini tidak main-main. Selain membuat performa mobil terasa loyo atau kehilangan tenaga, suara ngelitik tersebut akan semakin intens saat mobil dipacu dalam kondisi berat, seperti saat menanjak atau membawa muatan penuh. Jika dibiarkan terus-menerus, komponen internal mesin akan mengalami kerusakan permanen karena bekerja di luar batas toleransi yang seharusnya.

Tak hanya merusak mesin, penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi juga akan membuat mobil menjadi sangat boros. Bahan bakar berkualitas rendah akan meninggalkan residu berupa deposit kotoran di dalam ruang bakar. Penumpukan kotoran ini mengganggu kinerja mesin dan meningkatkan suhu operasional secara tidak wajar. Akibatnya, pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga, yang justru memperparah konsumsi bahan bakar.

Untuk menghindari kerugian besar di masa depan, sangat disarankan untuk selalu mengikuti rekomendasi pabrikan mengenai jenis BBM. Selain itu, perawatan rutin melalui servis berkala setiap enam bulan sekali menjadi kunci utama. Melalui servis rutin, teknisi dapat memastikan komponen seperti busi, filter, dan sistem pembakaran tetap bersih serta berfungsi optimal.

Sebagai langkah preventif, Anda juga bisa memanfaatkan layanan servis di bengkel resmi untuk memastikan mesin tetap dalam kondisi prima. Salah satu solusi praktis yang ditawarkan oleh Auto2000 adalah layanan Home Service bagi pemilik kendaraan hybrid, sehingga perawatan mesin tetap terjaga tanpa harus mengganggu aktivitas harian Anda. Ingat, menjaga kualitas bahan bakar adalah investasi agar mobil hybrid Anda tetap efisien dan bertenaga dalam waktu lama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar