Cerita.co.id – Perubahan kepemimpinan di Kementerian Perindustrian membawa angin segar sekaligus rasa penasaran publik. Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian yang baru. Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar dan anggota DPR RI ini kini memikul tanggung jawab besar menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah mengabdi sejak tahun 2019.
Di balik tugas negara yang berat, profil kekayaan Sarmuji mendadak menjadi sorotan tajam netizen dan pengamat. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada April 2026 saat ia masih duduk di kursi parlemen, Sarmuji tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp 14,93 miliar. Namun, bukan angka total tersebut yang paling banyak dibicarakan, melainkan deretan aset transportasi yang tersimpan di garasinya.
Salah satu aset yang paling mencuri perhatian adalah kepemilikan sebuah kapal laut. Dalam laporan tersebut, tertera sebuah kapal jenis SPOB bernama Jeanita keluaran tahun 2017 yang memiliki nilai fantastis, yakni mencapai Rp 5,56 miliar. Keberadaan kapal mewah ini menjadi pembeda utama dibandingkan dengan koleksi kendaraan darat lainnya yang ia miliki.

Related Post
Selain kapal tersebut, garasi Sarmuji juga diisi oleh berbagai kendaraan fungsional. Ia tercatat memiliki sebuah mobil Toyota Minibus keluaran 2021 dengan nilai sekitar Rp 252 juta, serta sebuah Honda Minibus tahun 2021 yang bernilai Rp 309 juta. Untuk kebutuhan harian, ia juga memiliki Toyota Innova tahun 2018 senilai Rp 72 juta dan sebuah sepeda motor Honda BeAT tahun 2015 yang bernilai Rp 1,4 juta. Jika ditotal, seluruh aset alat transportasi dan mesin milik sang menteri mencapai angka Rp 6,2 miliar.
Menariknya, aset transportasi ini menempati posisi kedua terbesar dalam daftar kekayaannya, setelah aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 10,46 miliar. Selain aset fisik, Sarmuji juga memiliki simpanan kas dan setara kas sebesar Rp 3,24 miliar, surat berharga senilai Rp 537 juta, serta harta bergerak lainnya. Meski memiliki kekayaan yang signifikan, ia juga melaporkan adanya kewajiban utang sebesar Rp 5,65 miliar.
Mengenal lebih jauh sosok Sarmuji, pria kelahiran Surabaya, 10 Juni 1974 ini merupakan lulusan Manajemen dari Universitas Jember. Ia kemudian memperdalam ilmu melalui pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia. Jejak organisasinya pun sangat kuat, dimulai dari peran aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga meniti karier politik yang panjang di tubuh Partai Golkar, mulai dari struktur AMPI hingga menjadi Sekjen AMPG. Kini, publik menanti bagaimana kepemimpinan Sarmuji dalam menggerakkan roda industri nasional.









Tinggalkan komentar