Jutaan Motor Terjual Ini Fakta Mengejutkan

Dana Sulistiyo

Jutaan Motor Terjual Ini Fakta Mengejutkan

Cerita.co.id – Pasar sepeda motor Indonesia pada tahun 2025 mencatat angka penjualan yang fantastis, menembus 6,41 juta unit. Namun, di balik capaian yang terkesan aman ini, tersimpan sinyal bahaya yang perlu diwaspadai: ketergantungan kredit yang tinggi hingga 65% dan anjloknya minat terhadap motor listrik secara drastis. Fenomena ini menghadirkan gambaran kompleks tentang kondisi ekonomi dan pilihan mobilitas masyarakat.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) baru-baru ini merilis laporan penjualan roda dua sepanjang tahun 2025. Total 6.412.769 unit sepeda motor berhasil terjual di pasar domestik. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah kenaikan yang, meskipun kecil, tetap menandakan pasar yang aktif.

Jutaan Motor Terjual Ini Fakta Mengejutkan
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyatakan bahwa pasar motor di tahun 2025 relatif stabil. Menurutnya, industri berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang efisien dan efektif. "Rata-rata penjualan per bulan mencapai 535.000 unit. Ini membuktikan bahwa sepeda motor sangat dibutuhkan, baik untuk keperluan ekonomi, rekreasi, maupun gaya hidup," jelas Sigit. Proyeksi awal AISI sendiri berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, dan realisasi penjualan berada di batas bawah proyeksi tersebut.

COLLABMEDIANET

Namun, para pengamat menyoroti bahwa stabilitas penjualan di tengah kondisi ekonomi yang menantang bisa jadi bukan indikator pasar yang sehat sepenuhnya. Sebaliknya, ini mungkin mencerminkan bahwa sepeda motor telah menjadi pilihan "terpaksa" atau alat bertahan hidup bagi banyak masyarakat, akibat belum memadainya sistem transportasi publik. Daya beli masyarakat yang melemah justru mendorong ketergantungan pada skema kredit, dengan 65% pembelian dilakukan secara angsuran.

Kondisi pasar semakin diperparah dengan ambruknya penjualan motor listrik. Data menunjukkan penurunan hingga 80 persen, sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan bagi upaya transisi energi di sektor transportasi. Padahal, motor listrik digadang-gadang sebagai masa depan mobilitas yang ramah lingkungan.

Dominasi skutik juga menjadi sorotan. Pada tahun 2025, skutik menguasai 91,7% pangsa pasar. Sementara itu, motor jenis underbone hanya 4,46% dan sport 3,51%. Motor listrik bahkan masih di bawah 1%. Kurangnya diversifikasi ini menunjukkan pasar yang semakin seragam, yang berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

Untuk tahun 2026, AISI mengidentifikasi beberapa tantangan utama, termasuk masalah kredit, potensi kenaikan pajak daerah yang memberatkan, serta terus menurunnya minat terhadap motor listrik. Gambaran pasar motor Indonesia saat ini adalah sebuah paradoks: angka penjualan yang tinggi menyembunyikan kerapuhan daya beli dan kerentanan terhadap perubahan tren serta kebijakan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar