Jebakan Asmara Online Kuras Miliaran

Dana Sulistiyo

Jebakan Asmara Online Kuras Miliaran

Cerita.co.id melaporkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti peningkatan tren kejahatan finansial digital yang dikenal sebagai love scam atau penipuan berkedok asmara. Modus operandi ini terbukti sangat efektif dalam memanipulasi emosi korban, menyebabkan kerugian finansial yang tidak sedikit. Fenomena ini tidak hanya terjadi secara global, namun juga telah merambah Indonesia, dengan kasus terbaru yang berhasil diungkap di Yogyakarta.

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, menegaskan bahwa sindikat love scam seringkali beroperasi secara internasional. "Terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional," ujarnya di Jakarta belum lama ini. Peringatan ini datang seiring dengan terungkapnya sebuah jaringan penipuan asmara yang berhasil menguras dana hingga Rp49 miliar dari para korbannya.

Jebakan Asmara Online Kuras Miliaran
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepolisian Resor Kota Yogyakarta belum lama ini berhasil membongkar dugaan sindikat love scamming jaringan internasional yang berpusat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengungkapan ini terjadi setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service yang berlokasi di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Sleman, pada Senin (5/1) pukul 13.00 WIB. Modus operandi sindikat ini memanfaatkan aplikasi kencan daring, yang merupakan kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW.

COLLABMEDIANET

Para pelaku mempekerjakan sejumlah admin percakapan yang bertugas menyamar sebagai perempuan. Mereka menyesuaikan identitas dan gaya komunikasi dengan negara asal korban atau pengguna aplikasi. Tugas utama para admin ini adalah melancarkan bujuk rayu dan membangun hubungan emosional palsu dengan korban. Tujuannya jelas: meyakinkan pengguna aplikasi untuk membeli koin atau melakukan top up agar dapat mengirimkan gift yang tersedia di dalam platform tersebut, yang pada akhirnya mengalirkan uang korban ke tangan sindikat. Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya kejahatan siber yang semakin canggih dan merugikan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar