Jakarta Banjir Bus Listrik

Jakarta Banjir Bus Listrik

Cerita.co.id melaporkan, Ibu Kota Jakarta bersiap menyambut era baru transportasi publik dengan target ambisius: 10.000 lebih bus listrik akan meramaikan jalanan pada tahun 2030. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono, dalam gelaran Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pramono menegaskan bahwa elektrifikasi armada transportasi publik merupakan langkah krusial Jakarta dalam menekan angka emisi karbon dan mewujudkan kota yang lebih hijau. "Saat ini, kita memiliki sekitar 500 bus elektrik, dan target kami di tahun 2030 adalah melampaui angka 10.000 unit," ujarnya. Selain bus listrik, Pemprov DKI juga aktif mendorong pemanfaatan bus berbahan bakar hidrogen dan bus hibrida sebagai alternatif ramah lingkungan.

Jakarta Banjir Bus Listrik
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Data yang dirilis oleh TransJakarta, sebagaimana dikutip Antara, menunjukkan potensi penghematan yang signifikan dari penggunaan bus listrik. Satu unit bus listrik diperkirakan mampu menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah hingga Rp302 juta setiap tahunnya. Jika diakumulasikan dengan berbagai aspek operasional lainnya, total penghematan biaya selama 5,5 tahun operasional per unit bisa mencapai Rp3,9 miliar, setara dengan harga satu unit bus listrik berukuran 12 meter. Angka ini dihitung berdasarkan selisih harga solar subsidi dan BBM komersial, serta efisiensi operasional bus listrik dibandingkan bus konvensional (ICE).

COLLABMEDIANET

Peningkatan penggunaan transportasi publik juga menjadi sorotan. Gubernur Pramono memaparkan bahwa proporsi masyarakat yang menggunakan transportasi publik telah melonjak dari sekitar 23% menjadi lebih dari 31%. "Konektivitas kita sekarang ini sudah mencapai 93%, dan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan hampir 14%," jelasnya.

Peningkatan drastis ini, menurut Pramono, tidak lepas dari keberhasilan kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Kebijakan tersebut meliputi pembebasan tarif transportasi publik bagi 15 kelompok masyarakat tertentu, serta pengembangan layanan Transjabodetabek yang secara efektif menghubungkan Jakarta dengan wilayah-wilayah penyangga di sekitarnya. "Keputusan kita untuk membebaskan 15 golongan, kemudian menyambungkan dengan sub-urban area melalui Transjabodetabek, inilah yang berdampak pada kenaikan yang luar biasa," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar