Investasi Raksasa Tata Motors

Dana Sulistiyo

Investasi Raksasa Tata Motors

Cerita.co.id – Sebuah kabar mengejutkan datang dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang menyebutkan bahwa produsen otomotif raksasa asal India, Tata Motors, berencana membangun pabrik di Indonesia pada tahun 2029. Pengumuman ini muncul di tengah pertanyaan publik mengenai keputusan Agrinas untuk mengimpor puluhan ribu kendaraan komersial dari merek tersebut.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, dalam konferensi pers pada Selasa (24/2) di Jakarta, menegaskan bahwa komitmen Tata Motors di Tanah Air bukan sekadar impor. "Untuk Tata sendiri akan membuka pabriknya di Indonesia pada 2029," ujar Joao, seraya menambahkan bahwa rencana ini sudah tertuang dalam kontrak yang telah ditandatangani.

Investasi Raksasa Tata Motors
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelumnya, langkah Agrinas mengimpor 70 ribu unit kendaraan komersial Tata Motors untuk kebutuhan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sempat menuai sorotan. Banyak pihak mempertanyakan manfaat jangka panjang bagi negara jika hanya mengandalkan impor tanpa adanya investasi produksi di dalam negeri.

COLLABMEDIANET

Menanggapi hal tersebut, Joao menjelaskan bahwa strategi impor ini merupakan bagian dari tahapan awal sebelum investasi besar dilakukan. "Jual mobil itu selalu didahului oleh suplai suku cadang dan kemudian dilanjutkan dengan persiapan untuk membuka bengkel-bengkel di seluruh tempat di mana kendaraan beroperasi. Selain itu juga menyediakan dealer-dealer untuk menjual mobil selanjutnya," paparnya, menjelaskan pentingnya ekosistem pendukung sebelum pabrik didirikan.

Tak hanya Tata Motors, Joao juga mengisyaratkan kemungkinan merek India lain, Mahindra, yang pikapnya juga akan diimpor ke Indonesia, untuk turut mendirikan fasilitas produksi di Tanah Air. Namun, detail mengenai rencana Mahindra masih belum diuraikan lebih lanjut.

Secara keseluruhan, PT Agrinas Pangan Nusantara telah meneken kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun. Kontrak ini mencakup total 105 ribu unit mobil pikap dan truk ringan dari dua produsen India tersebut. Rinciannya, 35 ribu unit Scorpio Pick Up dari Mahindra, serta 70 ribu unit dari Tata Motors yang terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

Dengan adanya investasi dan produksi lokal ini, Joao berharap masyarakat Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan kendaraan yang kompetitif dan terjangkau. "Dengan begitu, harapan saya, dengan banyaknya pilihan, masyarakat Indonesia bisa punya pilihan untuk dapat memilih dan membayar produk-produk mobil yang kompetitif atau fair untuk mereka," pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar